Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 127
menyampaikan perlawanan tersebut akan ditempuh baik melalui jalur hukum, aksi massa hingga
ke tingkat internasional.
BURUH ANCAM GUGAT GIANT JIKA PESANGON SESUAI UU CIPTAKER
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam bakal melakukan perlawanan
jika manajemen PT Hero Supermarket Tbk membayar pesangon karyawan Giant yang kena PHK
menggunakan mekanisme Undang-undang Cipta Kerja ( UU Ciptaker ). Presiden KSPI Said Iqbal
menyampaikan perlawanan tersebut akan ditempuh baik melalui jalur hukum, aksi massa hingga
ke tingkat internasional.
"Manajemen Giant jangan mengambil sikap yang menambah rumit masalah. Kalau melakukan
demikian KSPI, ASPEK Indonesia dan Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) akan melakukan
perlawanan baik secara hukum, gerakan dan membawa hal ini ke tingkat internasional," ujarnya
dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/6).
Menurut Iqbal, pembayaran pesangon seharusnya menggunakan mekanisme Undang-Undang
nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
perusahaan dengan karyawan.
"Dalam beberapa kesempatan di media, manajemen Giant mengungkapkan pembayaran
pesangon melalui mekanisme UU Cipta Kerja. Kalau memang sikap itu diambil manajemen, kami
menolak keras," tuturnya.
Ia juga menyampaikan terkait belum adanya kejelasan jumlah karyawan Giant yang akan di-PHK
serta yang akan kembali direkrut untuk dipekerjakan di unit usaha Hero lainnya seperti IKEA,
Guardian serta Hero Supermarket.
Padahal, jadwal penutupan seluruh gerai Giant di Indonesia semakin dekat. "Belum ada
kesepakatan terkait kepastian waktu dan mekanisme terhadap PHK ribuan pekerja Giant pada
rencana Juli 2021," imbuhnya.
Ketidakpastian tersebut juga meliputi bagaimana mekanisme perekrutan kembali karyawan yang
di-PHK untuk dipekerjakan di unit bisnis lain.
"Tentu ASPEK, SPHS dan KSPI tidak setuju kalau harus mendaftar ulang dengan sistem seleksi.
Yang kami harapkan adalah para pekerja yang sudah bisa dilihat potensinya karena sudah
bekerja puluhan tahun di Giant langsung disalurkan tanpa tes lagi dan masa kerjanya tidak
diulang dari nol tahun," tuturnya. Terakhir, Iqbal menyoroti soal ribuan pekerja UMKM yang
terancam kehilangan pekerjaannya akibat berhentinya pasokan ke Giant usai supermarket
tersebut ditutup.
"Dengan tumbangnya sang raksasa Giant mengakibatkan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan
akibat UMKM yang menjadi pemasok barang binasa bersamaan dengan tumbangnya sang
raksasa," tuturnya.
Lantaran itu, ia meminta pemerintah membantu para pelaku UMKM pemasok Giant yang
kehilangan usahanya sekaligus memastikan para pekerja yang terkena PHK mendapatkan hak-
haknya, seperti pesangon, kompensasi, dan upah terakhir. "Pertanyaannya, dari mana industri
UMKM membayar hak-hak buruhnya? Karena bisa dipastikan Giant dan Hero Group tidak
membayar kompensasi atau pesangon bagi buruh UMKM yang ter-PHK akibat tutupnya Giant.
Pemerintah harus tanggung jawab untuk mencarikan solusi bagi ribuan buruh UMKM yang juga
ikut ter-PHK," pungkasnya.
126

