Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 132

disabilitas,  dengan  jumlah  tenaga  kerja  disabilitas  sebanyak  4.508  orang  dari  538.518  total
              tenaga kerja yang bekerja.
              Suhartono  mengimbau  semua  pelaku  usaha  untuk  semakin  terbuka  dan  memberikan  akses
              kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.

              Hal itu, lanjutnya, mengingat penyandang disabilitas berhak berpartisipasi dan berperan serta
              dalam  pembangunan  untuk  mencapai  kemandirian  dan  meningkatkan  kesejahteraan
              ekonominya.

              Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, pemerintah diwajibkan untuk mendukung
              dan memberikan apresiasi kepada dunia usaha yang mempekerjakan penyandang disabilitas.

              Suhartono  menambahkan  pemberian  penghargaan  dalam  berbagai  bentuk  diharapkan  dapat
              memotivasi  perusahaan  pemberi  kerja  untuk  terus  berkomitmen  dan  semakin  terbuka
              mewujudkan  pelindungan  dan  pemenuhan  hak  Penyandang  Disabilitas  dalam  bidang
              ketenagakerjaan.

              "Saat  ini  dunia  usaha sangat  memerlukan  dukungan  fasilitasi,  akomodasi  yang  layak  berupa
              peralatan  produksi  atau  peralatan  kerja  yang  membantu  keberlanjutan  usaha  maupun
              keberlanjutan kerja para penyandang disabilitas," katanya.

              Suhartono berharap momentum Rakor percepatan penyelenggaraan ULD mampu mewujudkan
              komitmen pemda dalam pelayanan ketenagakerjaan inklusif bagi para penyandang disabilitas,
              agar  mereka  mampu  mewujudkan  peran  dan  partisipasinya  dalam  pembangunan  atas  dasar
              kesetaraan.

              Plt. Direktur Bina PTKDN Nora Kartika Setyaningrum dalam laporannya menyatakan sesuai PP
              Nomor 60 Tahun 2020, penyelenggaraan ULD bidang Ketenagakerjaan wajib dilaksanakan oleh
              Disnaker provinsi dan kabupaten/kota dan membutuhkan kerja sama lintas sektor.

              Menurutnya,  untuk  mendukung  percepatan  penyelenggaraan  ULD  Bidang  Ketenagakerjaan,
              diperlukan diseminasi informasi tentang kebijakan dan teknis penyelenggaaannya kepada Pemda
              dengan melibatkan Kementerian/Lembaga, dan pemangku kepentingan terkait.

              "Hal  ini  penting  untuk  memperkuat  pemahaman  semua  pemangku  kebijakan  di  Pemda
              menjadikan  layanan  disabilitas  bidang  ketenagakerjaan,  sebagai  bagian  dari  perencanaan,
              penyelenggaraan, dan evaluasi kebijakan dan program pembangunan daerah," ujarnya.
              Nora  menambahkan  rakor  digelar  selain  sebagai  bentuk  peningkatan  kesadaran  untuk
              memberikan  pelayanan  ketenagakerjaan  yang  inklusif  bagi  penyandang  disabilitas,  juga
              bertujuan untuk memperluas akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui
              layanan ketenagakerjaan yang inklusif disabilitas.
              "Sehingga para penyandang disabilitas mampu berpartisipasi sebagai warga negara atas dasar
              kesamaan hak, kesetaraan, dan tanpa diskriminasi, " katanya.














                                                           131
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137