Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 138
INDOMARET PUTUSKAN PEKERJAKAN KEMBALI ANWAR BESSY USAI AKSI BOIKOT
BURUH
Jakarta - PT Indomarco Prismatama ( Indomaret ) memutuskan untuk mempekerjakan kembali
Anwar Bessy yang harus menjalani proses hukum akibat aksi penuntutan tunjangan hari raya
(THR) yang belum terbayarkan.
Sebelumnya, Anwar Bessy selaku pekerja Indomaret di Jakarta Utara harus menjalani
persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat karena dilaporkan secara pidana oleh
perusahaan akibat rusaknya dinding gypsum saat buruh menuntut THR 2020 untuk dibayarkan
seperti tahun-tahun sebelumnya.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, saat ini telah
terjadi saling pengertian antara pihak manajemen PT Indomarco Prismatama dan kaum buruh
yang diwakili oleh kelompoknya bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
"Saling pemgertian tersebut telah melahirkan kesepakatan, yaitu manajemen Indomarco
menyetujui untuk menyelesaikan kasus yang menimpa Anwar Bessy karyawan Indomaret," ujar
Iqbal, Kamis (3/6/2021).
Sebelumnya, KSPI dan FSPMI telah melancarkan aksi boikot terhadap ratusan gerai milik
Indomaret selama tiga hari sejak Kamis, 27 Mei 2021.
Pasca sejumlah perundingan dan aksi boikot tersebut, Iqbal menyampaikan, KSPI dan FSPMI
telah mengeluarkan penyelesaian di luar pengadilan. Hasilnya, Anwar Bessy pada akhirnya bisa
kembali mendapatkan pekerjaannya sebagai karyawan Indomaret.
"Manajemen Indomaret Group pun bisa menyetujui untuk mempekerjakan kembali saudara
Anwar Bessy sesuai posisi yang dibutuhkan perusahaan tanpa mengurangi hak-hak pekerja,"
jelasnya.
"Dengan demikian, maka kedua belah pihak punya tanggung jawab untuk membuat suasana
hubungan beliau menjadi harmonis, dan menjaga nama baik perusahaan dimana saudara Anwar
Bessy bekerja," tandas Iqbal.
Sebelumnya, aksi boikot produk Indomaret dilakukan Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI)
karena salah satu pekerjanya harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Hal ini terjadi setelah ada laporan secara pidana oleh perusahaan akibat rusaknya dinding
gypsum saat buruh menuntut THR 2020 dibayarkan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (31/5/2021), PT Indoritel
Makmur Internasional Tbk (DNET) menjelaskan kronologi latar belakang timbulnya perkara
hukum dengan salah satu karyawan.
Pada 8 Mei 2020 dimulai pukul 13.00 WIB bertempat di kantor cabang Indomaret tempat AB
(pekerja yang ditahan) bekerja, direncanakan untuk dilakukan sosialisasi pemberian THR 2020
dengan ketentuan, karyawan dengan masa kerja 1 tahun ke atas, mendapat THR sebesar 1
bulan upah dan karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun, mendapat THR secara
proporsional.
"Sosialisasi dilakukan secara bertahap (per bagian dan per shift) sesuai Protokol Kesehatan
dalam masa Pandemi," tulis perseroan.
137

