Page 159 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2021
P. 159
Ketiga isu prioritas tersebut dinilai sejalan dengan target Indonesia dalam memulihkan ekonomi
akibat pandemi Covid-19.
Dalam forum 4th EWG yang berlangsung secara virtual pada Selasa (1/6/2021), Sekretaris
Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi menjelaskan G20 di bawah Presidensi Italia memiliki
pandangan untuk secepatnya memulihkan kondisi ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19.
Untuk itu, negara-negara Dunia, khususnya anggota G20 harus memprioritaskan 3 isu utama
yaitu menciptakan pekerjaan lebih banyak, lebih baik, dan bergaji sama bagi perempuan; sistem
pelindungan sosial di dunia kerja yang terus berubah; serta pola kerja, organisasi bisnis, dan
proses produksi di era digitalisasi.
"Kami mendukung tiga isu prioritas yang disampaikan Presidensi Italia, karena hal ini sejalan
dengan apa yang kita upayakan dalam menangani dampak pandemi Covid-19 di Indonesia," kata
Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis
(3/6/2021).
Anwar menjelaskan melalui Annex-1, Presidensi Italia menyampaikan peta jalan menuju
pekerjaan yang lebih banyak, lebih baik, dan lebih setara bagi perempuan. Peta jalan ini diyakini
mampu melampaui Target Brisbane.
"Jadi memang 3 isu prioritas itu sangat penting untuk dibahas, termasuk soal gender yang
selama ini menjadi concern kita," ucapnya.
Kemudian pada Annex-2 berupa prinsip kebijakan G20 untuk memastikan akses ke perlindungan
sosial yang memadai bagi semua orang di dunia kerja yang terus berubah.
Ia mengatakan Annex-2 ini sejalan dengan Indonesia yang telah memberlakukan Undang-
Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Di mana UU Cipta Kerja menawarkan
pelindungan sosial berupa Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) "Dunia usaha dan industri
berubah begitu dinamis. Oleh karenanya, harus ada jaminan pelindungan sosial yang memadai
bagi para pekerja/buruh," ujarnya.
Terakhir, Annex-3 yang mencakup prinsip-prinsip panduan untuk pengaturan kerja dan platform
kerja jarak jauh. Platform ini diperlukan mengingat era digitalisasi dan pandemi Covid-19 telah
mempercepat disrupsi ekonomi.
"Dalam Annex-3 ini dibahas tentang pekerjaan jarak jauh dan platform pekerjaan yang saat ini
langkah dan kebijakannya sedang mulai ditetapkan secara global di berbagai negara," ujarnya.
158

