Page 298 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JULI 2021
P. 298

Sebagaimana diketahui PPKM Darurat di Medan rencananya telah ditetapkan hingga 20 Juli 2021
              yang akan datang. Menurut info Walikota Medan, Boby Nasution berencana memperpanjang
              masa PPKM Darurat hingga 2 Agustus mendatang.



              BURUH MINTA PPKM DARURAT TIDAK DIPERPANJANG

              Elemen buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera
              Utara  (FSPMI  Sumut)  meminta  kepada  Gubernur  Sumatera  Utara  (Gubsu)  untuk  tidak
              memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Medan.

              Sebagaimana diketahui PPKM Darurat di Medan rencananya telah ditetapkan hingga 20 Juli 2021
              yang akan datang. Menurut info Walikota Medan, Boby Nasution berencana memperpanjang
              masa PPKM Darurat hingga 2 Agustus mendatang.
              Menurut  Willy  Agus  Utomo  selaku  Ketua  FSPMI  Sumut,  rencana  Walikota  Medan  untuk
              memperpanjang  PPKM  Darurat  berdampak  sangat  buruk  bagi  kehidupan  sosial  masyarakat
              umum khususnya kaum buruh yang sudah mengalami imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
              dan dirumahakan sejak pandemi Covid-19 mewabah.

              "Sejak Covid. buruh sudah banyak di PHK, apalagi kalau ada pembatasan begini, pengusaha juga
              akan  menutup  usahanya,  maka  yang  jadi  korban  adalah  buruh,  mereka  pasti  di  rumahkan
              bahkan di PHK tanpa hak yang harusnya diterima sesuai UU Ketenagakerjaan." ungkap Willy
              kepada wartawan, Minggu (18/7).

              Willy menjelaskan, pihaknya bukan berarti tidak mendukung niat pemerintah mencegah wabah
              Covid-19 menyebar luas di masyarakat, akan tetapi pemerintah diminta juga memikirkan dampak
              bagi masyarakat akibat adanya penyekatan di pusat kota Medan yang menjadi pusat arus bisnis
              dan transportasi masyarakat Sumatera Utara dalam mengais rezekinya.

              "Kami dukung segala program pencegahan penyebaran Covid-19, tapi berikan juga solusi bagi
              masyarakat yang terdampak akibat penyekatan ini, contoh perusahaan yang tutup buruhnya
              harus ditangung jawabi upahnya selama tidak bekerja," tegas Willy.

              Lebih lanjut Willy mengatakan, hingga saat ini data PHK akibat alasan Covid-19 yang dilakukan
              perusahaan dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sejak Maret 2020 hingga saat ini sudah
              dianggka duapuluh ribuan, belum lagi buruh yang di rumahkan tanpa dibayar upahnya. Pasca
              PPKM Medan para pekerja disektor Perhotelan. Retail, Pekerja Mali, Swalayan, Restoran dan
              Perkantoran terancam di PHK massal.

              "Yang kami advokasi PIIK pasca pandemi Covid-19, sudah di angka 2.000an. PPKM ini sudah
              banyak perushaan di Medan melakukan Perumahaan buruh, jika di perpanjang pasti PHK akan
              terjadi,  karena  apa?  Karena  hasil  produksi  perusahaan  akan  terhenti  dan  tidak  bisa  di
              distribusikan ke konsumen akibat penyekatan PPKM," ujar Willy.

              Untuk  itu,  lanjut  Willy,  meminta  Pemko  Medan  dan  Gubernur  Sumut  untuk  berfikir  ulang
              memperpanjang PPKM Darurat di Medan yang justru dianggap mematikan ekonomi masyarakat.

              "Cukup  petugas  PPKM  memperketat  dan  terus  menghimbau  agar  warga  masyarakat  Sumut
              patuh  pada  protokol  kesahatan  setiap  melakukan  aktivitasnya,  dengan  cara  memberi  sanksi
              kepada pelanggar Prokes, tidak menutup atau menyekat jalan rezky masyarakat yang makin hari
              ekonominya sudah semakin anjlok saat ini karena covid-19," tutupnya, (ik)




                                                           297
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303