Page 177 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 177

PEMBAYARAN THR TERLAMBAT, KSPI MINTA PEMERINTAH PROAKTIF DATANGI
              PERUSAHAAN
              Jakarta  -  Kementerian  Ketenagakerjaan  (  Kemnaker  )  diimbau  untuk  proaktif  mendatangi
              perusahaan yang terkendala pembayaran Tunjangan Hari Raya ( THR ) kepada para pekerja.

              Cara ini dinilai lebih tepat untuk memastikan pekerja mendapatkan THR . Presiden Konfederasi
              Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ), Said Iqbal mengatakan, pengenaan sanksi yang diumbar oleh
              pemerintah sejak tahun lalu kenyataannya tidak memberikan efek jera terhadap perusahaan-
              perusahaan yang tidak memberikan THR sesuai ketentuan.

              Berdasarkan laporan di posko THR KSPI pada 2021, ada ratusan perusahan yang tidak membayar
              THR sesuai ketentuan yakni harus dibayar paling lambat H-7, dibayar penuh, tidak dicicil, dan
              jika ada permasalahan maka harus dibayar H-I.

              Belum selesai cicilan THR 2020, masih ada perusahaan yang kembali mencicil pembayaran THR
              2021 pada tahun ini. Bahkan kemungkinan ada yang mencicil sampai 2022.

              "Bagaimana  itu  pemerintah.  Menaker  jangan  asal  ngomong,  tidak  bisa  pendekatan  THR  itu
              dengan hukuman. Yang benar adalah dengan melakukan law enforcement, penegakan aturan
              maksudnya  proaktif  datang  ke  perusahaan,  diajak  bicara  perusahaan  itu,"  ujar  Said  kepada
              Liputan6.com pada Kamis, (13/5/2021).

              Dari tindakan proaktif tersebut, ia menuturkan, akan mudah diketahui kondisi perusahaan jika
              benar-benar tidak mampu membayar THR .

              "Kalau kamu (perusahaan) tidak mampu, mana pembukuan yang tidak mampu. Itu jauh lebih
              efektif daripada retorika akan memberi sanksi, membuka posko. Ya orang mana mau lapor kalau
              lapor dipecat," ungkapnya.
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengungkapkan berdasarkan
              laporan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kemnaker sejak 20 April hingga 12
              Mei, tercatat ada 2.897 laporan. Jumlah ini terdiri dari 692 konsultasi dan 2.205 pengaduan THR.

              "Dari data tersebut telah kita lakukan verifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan
              data,  duplikasi  aduan  dan  repetisi  yang  melakukan  pengaduan,  maka  diperoleh  data  aduan
              sejumlah 977," ungkap Ida dalam konferensi pers pada Rabu, 12 Mei 2021.

              Topik konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021, menyangkut lima isu yaitu: a.
              THR bagi pekerja yang mengundurkan diri b. THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya c.
              THR bagi pekerja yang dirumahkan d. Perhitungan THR Bagi Pekerja yang upahnya disesuaikan
              pada masa pandemi e. THR Bagi Pekerja yang berstatus hubungan Kemitraan (ojek dan taksi
              online).
              Sedangkan isu yang terkait dengan pengaduan adalah: a.THR dibayar dicicil oleh perusahaan
              b.THR dibayarkan 50 persen (20- 50 persen) c. THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan
              gaji d.THR tidak dibayarkan 1 bulan gaji e.THR tidak dibayar karena Covid-19 "Atas berbagai
              pengaduan  tersebut,  pemerintah  melalui  Kemnaker  telah  mengambil  langkah-langkah
              memverifikasi dan memvalidasi data dan informasi, berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan
              instansi  terkait,  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan,  dan  merumuskan  rekomendasi
              sanksi terhadap ketidakpatuhan," ujar Ida. (Din).







                                                           176
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182