Page 258 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 258

SUDAH LEBARAN TAPI MENAKER MASIH TERIMA 2897 LAPORAN MASALAH THR

              Jakarta, law-justice.co - Sehari menjelang perayaan Idulfitri 1442 Hijriyah, Posko Tunjangan Hari
              Raya (THR) Keagamaan 2021 telah menerima 2.897 laporan terkait THR sejak 20 April hingga
              12 Mei.

              Laporan tersebut terdiri dari 692 konsultasi THR dan 2.205 pengaduan THR. Setelah diverifikasi
              dan  validasi,  total  aduan  yang  diperoleh  sebanyak  977  aduan.  "Dari  data  tersebut  setelah
              diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data, duplikasi aduan dan repetisi
              yang  melakukan  pengaduan,  maka  diperoleh  data  aduan  sejumlah  977,  "  ujar  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5).

              Adapun,  proses  penyelesaian  aduan  ini  akan  dilakukan  pemeriksaan  oleh  pengawas
              ketenagakerjaan. Setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu
              30  hari.  Setelahnya,  baru  bisa  diberikan  rekomendasi  sanksi.  "Jadi  kalau  dihitung-hitung  3
              sampai 14 hari dikali dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian," jelas Ida.
              Ida juga memberikan apresiasi kepada para Kadisnaker yang bereaksi cepat untuk memproses
              secara  cepat  aduan,  sehingga  tak  membutuhkan  waktu  hingga  30  hari,  sesuai  batas  waktu
              maksimal.

              Ida mengatakan, rencananya pada pekan pertama setelah Hari Raya Idul fitri, pihaknya akan
              menggelar  rapat  koordinasi  dengan  mengundang  seluruh  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan
              Provinsi/Kabupaten/Kota dan Tim Posko THR untuk melakukan evaluasi tindak lanjut.

              "Terutama menyangkut perkembangan tindak lanjut penanganan pengaduan oleh daerah dan
              merumuskan rencana tindak lanjut dan rekomendasi pengenaan sanksi," kata Ida.

              Menurut Ida, hadirnya Posko THR 2021 merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga situasi
              ketenagakerjaan  yang  kondusif,  sebagai  bagian  untuk  mempercepat  pemulihan  ekonomi
              nasional. Ida juga meyakini pembayaran THR penuh dan tepat waktu akan berdampak terhadap
              pemulihan ekonomi nasional.

              "Karena itu Pemerintah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan-perusahaan
              yang telah menunaikan kewajibannya membayar THR kepada pekerja/buruh secara penuh dan
              tepat waktu," jelas Ida.

              Adapun, Posko THR Keagamaan Tahun 2021 yang diluncurkan Menaker pada 19 April 2021 lalu.
              Posko  ini  bertujuan  memberikan  pelayanan  informasi,  konsultasi,  maupun  pengaduan  atas
              pelaksanaan pembayaran THR.

              Ida menjelaskan ada lima isu besar dalam konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR
              2021. Yakni, THR bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak
              kerjanya,  THR  bagi  pekerja  yang  dirumahkan,  perhitungan  THR  Bagi  Pekerja  yang  upahnya
              disesuaikan pada masa pandemi. Kelima, THR bagi pekerja yang berstatus hubungan Kemitraan
              seperti ojek dan taksi online .

              Atas berbagai pengaduan tersebut, Kemnaker telah melakukan berbagai langkah. Dimulai dari
              tahap  memverifikasi  dan  memvalidasi  data  dan  informasi,  dilanjutkan  berkoordinasi  dengan
              Disnaker  daerah  dan  instansi  terkait.  "Langkah  berikutnya,  menurunkan  tim  pengawas
              ketenagakerjaan, dan merumuskan rekomendasi sanksi terhadap ketidakpatuhan, " tegas Ida.







                                                           257
   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263