Page 265 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 265
MENAKER: SUASANA LEBARAN PANDEMI INI BERBEDA, NAMUN HARUS KITA
TERIMA
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku prihatin dengan kondisi Idul Fitri
yang sudah berlangsung dua tahun ini. Karena masyarakat dan dirinya harus merayakan tidak
dengan gegap gempita akibat tanah air masih dilanda pandemi Covid-19.
"Ya kita ambil hikmahnya, semua ini demi keselamatan nyawa kita semua, ini tahun kedua saya
dan umat Islam lainnya tidak bisa menjalankan mudik, enggak bisa Lebaran di kampung
halaman," ujar Ida kepada beberapa waktu lalu.
Ida mengaku sebelum adanya pandemi Covid-19 dirinya selalu merayakan mudik Lebaran ke
kampung halaman bersama keluarga. Mengunjungi ibunda yang ada di Mojokerto, dan ibu
mertua di Banjarnegara.
"Biasanya kalau saya tidak mudik kalau Lebarannya pas tanggal 1 Syawal di rumah ibu maka
hari ketiga di Banjarnegara. Sebaliknya 1 syawal ada di Banjarnegara maka biasanya saya
berangkat ke ibu," katanya.
Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 dirinya bersama masyarakat harus bisa menahan rasa
kagennya kepada keluarga. Itu demi memutus rantai penyebaran Covid-19.
"Itu sudah bertahun-tahun seperti itu, sekarang ya karena pandemi ya kita tahan," ungkapnya.
Meskipun ada momen yang hilang, namun politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini turut
bahagia. Karena adanya kemajuan teknologi. Seperti merayakan Lebaran dengan melakukan
video call ke orang tua dan sanak saudara.
"Ada yang hilang tapi kita bisa ganti dengan suasana mudik di rumah, sekarang kan kita
bersyukur kemudahan tekonologi bisa silaturahmi secara virtual, kita bisa zoom, kita bisa video
call. Memang suasananya berbeda, ya kita harus terima keadaan," ungkapnya.
Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ini juga mengajak
masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halamannya. Mengingat masyarakat berpotensi
membawa virus korona ke kampung halaman.
Ida mengatakan, lebih baik masyarakat menjaga orang tua di kampung untuk tidak mudik.
Ketimbant mudik malah membawa risiko penularan ke orang tua.
"Saya mengajak kepada para pekerja dan para buruh dan pekerja migran kita yang sedang
dirantau tunda kepulangan, menuda berlebaran bersama keluarga, ini memang berat tapi kita
harus menunjukan kepada orang tua kita dengan menjaga mereka," pungkasnya.
264

