Page 309 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 309

H-1 LEBARAN 2021, POSKO THR KEMNAKER FOKUS TANGANI 977 ADUAN

              Jakarta -  Sehari menjelang perayaan Idulfitri 1442 Hijriyah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
              memberikan penjelasan perkembangan Posko Tunjangan Hari Raya (  THR  ) Keagamaan 2021
              secara virtual.

              Dari data yang terhimpun Posko THR Keagamaan 2021, melaporkan sejak 20 April hingga 12
              Mei, tercatat 2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi THR dan 2.205 pengaduan THR.

              "Dari data tersebut setelah diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
              duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, maka diperoleh data aduan sejumlah
              977, " ujar Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

              Menaker Ida menguraikan 350 dari 977 aduan yang diterima Posko THR 2021, sudah dikirim ke
              daerah untuk diatensi Disnaker di 21 provinsi. Sisanya akan dilanjutkan setelah perayaan Idulfitri
              1442 H besok.

              Proses penyelesaian aduan, kata Menaker Ida, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh pengawas
              ketenagakerjaan. Setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu
              30 hari.

              "Setelah itu baru bisa diberikan rekomendasi sanksi. Jadi kalau dihitung-hitung 3 sampai 14 hari
              dikali dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian," kata Menaker Ida seraya memberikan apresiasi
              kepada para Kadisnaker yang bereaksi cepat untuk memproses secara cepat aduan, sehingga
              tak membutuhkan waktu hingga 30 hari, sesuai batas waktu maksimal.

              Menaker Ida menjelaskan ada lima isu besar dalam konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke
              Posko THR 2021. Yakni,  THR  bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang
              selesai kontrak kerjanya, THR bagi pekerja yang dirumahkan, perhitungan THR Bagi Pekerja
              yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi. "Dan kelima, THR bagi pekerja yang berstatus
              hubungan Kemitraan (contohnyaojek dan taksi online), " katanya.

              Menaker Ida juga mengungkapkan ada lima isu pengaduan yang dilaporkan masyarakat ke Posko
              THR 2021. Pertama, THR dibayar dicicil oleh perusahaan. Kedua, THR dibayarkan 50 persen (20-
              50 persen). Ketiga, THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji. Keempat, THR tidak
              dibayarkan 1 bulan gaji. "Dan kelima,THR tidak dibayar karena COVID-19, " kata Menaker Ida.

              Atas  berbagai  pengaduan  tersebut,  lanjut  Menaker  Ida,  pemerintah  melalui  Kemnaker  telah
              melakukan  berbagai  langkah.  Dimulai  dari  tahap  memverifikasi  dan  memvalidasi  data  dan
              informasi, dilanjutkan berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan instansi terkait.

              "Langkah  berikutnya,  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan,  dan  merumuskan
              rekomendasi sanksi terhadap ketidakpatuhan, " kata Ida Fauziyah didampingi Sekjen Kemnaker
              Anwar Sanusi dan Dirjen Binwasnaker & K3, Haiyani Rumondang, Dirjen PHI & Jamsos, Indah
              Anggoro Putri dan Kepala Barenbang Kemnaker Bambang Satrio Lelono.

              Menaker Ida Fauziyah menambahkan, direncanakan pekan pertama setelah Hari Raya Idulfitri,
              pihaknya  akan  menggelar  rapat  koordinasi  dengan  mengundang  seluruh  Kepala  Dinas
              Ketenagakerjaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Tim Posko THR untuk melakukan evaluasi tindak
              lanjut.

              "Terutama menyangkut perkembangan tindak lanjut penanganan pengaduan oleh daerah dan
              merumuskan rencana tindak lanjut dan rekomendasi pengenaan sanksi, " katanya.






                                                           308
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314