Page 315 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 315

H-1 LEBARAN, POSKO THR KEMNAKER TAMPUNG 977 ADUAN MASYARAKAT

              -  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah menyatakan, sejak 20 April hingga 12 Mei
              2021 atau sehari jelang Lebaran tercatat 2.897 laporan telah diterima  Posko  Tunjangan Hari
              Raya (  THR  ) Keagamaan 2021.

              "Dari data tersebut setelah diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
              duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan  pengaduan  , maka diperoleh data aduan sejumlah
              977," ungkap Menaker Ida.

              Hal tersebut disampaikan Menaker Ida saat memberikan penjelasan perkembangan Posko THR
              2021 secara virtual di Jakarta pada Rabu (12/5/2021).

              Menaker  Ida  menguraikan,  dari  977  laporan  sudah  350  laporan  dikirimkan  ke  daerah  untuk
              diatensi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di 27 provinsi. Sementara itu, laporan yang masih tersisa
              akan ditindaklanjuti usai perayaan Idul Fitri 1442.

              Adapun  terkait  proses  penyelesaian  aduan,  Menaker  Ida  menjelaskan,  akan  dilakukan
              pemeriksaan oleh pengawas  ketenagakerjaan  .

              "Setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu 30 hari. Setelah
              itu baru bisa diberikan rekomendasi sanksi. Jadi kalau dihitung-hitung 3 sampai 14 hari dikali
              dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian," jelasnya.

              Dalam kesempatan tersebut, Menaker memberikan apresiasi kepada Kepala Disnaker, karena
              kinerjanya  yang  cepat  dalam  memproses  aduan,  sehingga  penyelesaian  tidak  membutuhkan
              waktu sampai 30 hari seperti batas waktu maksimal yang telah ditentukan.

              Pada kesempatan itu, Menaker memaparkan lima isu besar dalam konsultasi yang dilaporkan
              masyarakat kepada Posko THR 2021.

              Kelima isu tersebut meliputi THR bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang
              kontrak kerjanya sudah selesai, THR bagi pekerja yang dirumahkan, dan perhitungan THR bagi
              pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi.

              Kemudian, ada juga isu terkait THR bagi pekerja yang berstatus hubungan kemitraan, seperti
              taksi dan ojek  online.
              Isu  besar tidak  hanya  ditemukan  dalam  konsultasi,  tetapi  juga  ditemukan  dalam  pengaduan
              masyarakat, antara lain THR dibayar dicicil oleh perusahaan, THR dibayarkan 50 persen, THR
              dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji, dan THR tidak dibayarkan sebesar satu bulan
              gaji.

              Lebih lanjut, ada pula THR yang tidak dibayarkan dengan alasan pandemi Covid-19.

              Atas beragam konsultasi dan pengaduan yang diterima Posko THR 2021, Menaker Ida telah
              mengupayakan berbagai langkah.

              Dimulai  dari  tahap  verifikasi  serta  validasi  data dan  informasi,  kemudian  dilanjutkan  dengan
              koordinasi bersama Disnaker daerah dan instansi terkait.
              "Langkah  berikutnya,  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan,  dan  merumuskan
              rekomendasi  sanksi  terhadap  ketidakpatuhan,"  ucap  Menaker  Ida,  seperti  dalam  keterangan
              tertulis yang Kompas.com terima pada Rabu.





                                                           314
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320