Page 379 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 379

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan ada lebih dari 2.000 laporan
              terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 2021 yang masuk ke Posko THR hingga
              hari ini atau H-1 Lebaran. "Sejak 20 April hingga 12 Mei tercatat ada 2.897 laporan yang terdiri
              dari 692 konsultasi tentang THR dan 2.205 pengaduan THR," kata Ida, dalam konferensi pers
              yang digelar secara virtual, Rabu (12/5/2021).



              MENAKER: 2 RIBU LEBIH LAPORAN SOAL THR, TERBANYAK DI DKI JAKARTA

              Jakarta, IDN Times  - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan ada
              lebih  dari  2.000  laporan  terkait pembayaran  tunjangan  hari  raya  (THR) Idul  Fitri  2021  yang
              masuk ke Posko THR hingga hari ini atau H-1 Lebaran.
              "Sejak 20 April hingga 12 Mei tercatat ada 2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi tentang
              THR dan 2.205 pengaduan THR," kata Ida, dalam konferensi pers yang digelar secara virtual,
              Rabu (12/5/2021).

              1. Total ada 977 aduan yang diverifikasi tim kemnaker di posko THR  Posko pengaduan THR di
              Disnaker Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)  Lebih lanjut Ida menjelaskan, tim dari
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  yang  bertugas  di  posko  THR  berhasil  melakukan
              verifikasi dan validasi terhadap 2.000 lebih laporan tersebut.
              Hasilnya, ditemukan sebanyak lebih dari 900 aduan yang memenuhi syarat pelaporan ke posko
              THR.

              "Melihat aspek kelengkapan data dan duplikasi aduan dan repetisi-repetisi pengaduan, maka
              diperoleh data aduan sejumlah 977," terang Ida.

              ilustrasi (IDN Times/Ita Malau)  Kemudian, Ida mengidentifikasi terdapat lima besar isu dominan
              yang menjadi topik masyarakat ke posko THR.

              Pertama adalah terkait dengan THR bagi pekerja yang mengundurkan diri atau resign. Kedua
              adalah terkait dengan THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya.

              "Isu  ketiga  adalah  THR  bagi  pekerja  yang  dirumahkan,  berikutnya  yang  keempat  adalah
              berkaitan dengan perhitungan THR yang upahnya disesuaikan akibat pandemik COVID-19, dan
              terakhir adalah THR bagi pekerja dengan status kemitraan seperti ojek online, taksi online, dan
              seterusnya," jelas Ida.

              Di sisi lain, lanjut Ida, ada beberapa isu yang terkait pengaduan dan masuk ke posko THR hingga
              H-1 Lebaran hari ini.

              Beberapa isu tersebut di antaranya adalah tentang THR yang dibayar dengan mencicil sebanyak
              50  persen  terlebih  dahulu.  Lalu  ada  isu  tentang  THR  yang  tidak  dibayar  penuh  karena
              pemotongan gaji, THR tidak dibayarkan sebanyak satu bulan gaji, dan THR sama sekali tidak
              dibayarkan lantaran pandemik COVID-19.

              "Atas berbagai konsultasi dan pengaduan tersebut pemerintah melalui Kemnaker mengambil
              langkaH-1angkah  memverifikasi,  validasi  data  dan  informasinya  serta  berkoordinasi  dengan
              disnaker  daerah  dan  intsansi  terkait  untuk  kemudian  menurunkan  tim  pengawas
              ketenagakerjaan dan merumuskan rekomendasi sanksi kepada ketidakpatuhan," tutur Ida.





                                                           378
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384