Page 392 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 392

"Dari data tersebut, setelah kami lakukan verifikasi dan validasi dari aspek kelengkapan data
              serta duplikasi dan repetisi aduan," ucap Ida dalam konferensi pers virtual Posko THR 2021 di
              Jakarta, Rabu(12/5/2021).

              Adapun topik konsultasi yang dilaporkan masyarakat menyangkut lima isu terbesar. Misalnya,
              THR bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya, THR
              bagi pekerja yang dirumahkan, THR bagi pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi,
              dan THR bagi pekerja berstatus hubungan kemitraan seperti ojek dan taksi online.

              "Isu terkait pengaduannya adalah THR dibayar secara cicilan oleh perusahaan. Ada yang hanya
              dibayar 50 persen, juga dibayar tidak penuh karena pemotongan gaji. Ada pula THR yang tidak
              dibayarkan 1 bulan gaji, dan THR tidak dibayar karena Covid-19," ujar Ida.

              Atas pengaduan tersebut, pemerintah melalui Kemnaker sudah memverifikasi dan memvalidasi
              data serta informasi, berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan instansi terkait. Kemnaker juga
              akan  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan  dan  merumuskan  rekomendasi  sanksi
              terhadap ketidakpatuhan aturan penyaluran THR.

              "Kami  akan  menggelar  rapat  koordinasi  (rakor)  yang  mengundang  seluruh  kepala  Disnaker
              seluruh daerah dan tim posko THR. Rapat ini akan membahas perkembangan dan penanganan
              tindak  lanjut  atas  laporan  THR  di  daerah  dan  rekomendasi  pengenaan  sanksinya  bagi  yang
              melanggar," tutur Ida.

              Dia  menyampaikan,  pembayaran  THR  penuh  dan  tepat  waktu  akan  berdampak  terhadap
              pemulihan ekonomi nasional. Maka dari itu, pemerintah memberikan apresiasi setinggi-tingginya
              kepada perusahaan yang telah membayar THR pekerja secara penuh dan tepat waktu.

              Editor : Jujuk Ernawati.










































                                                           391
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397