Page 470 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 470

"Pemerintah harus mengingatkan perusahaan bahwa THR bukan hadiah yang diberikan sukarela,
              tapi kewajiban yang harus ditunaikan. Suka atau tidak, perusahaan sedang lapang atau sulit,
              THR pekerja wajib dibayarkan," katanya, dilansir dari  Antara  , Rabu, 12 Mei 2021.

              Netty menegaskan hal tersebut adalah amanat PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
              dan  Peraturan  Menteri Ketenagakerjaan  Nomor  6 Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari Raya
              Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Netty meminta pemerintah memastikan posko-posko THR yang dibentuk Kemnaker di tingkat
              pusat  dan  daerah  guna  memberikan  pelayanan  informasi,  konsultasi,  dan  pengaduan  atas
              pelaksanaan pembayaran THR bekerja proaktif dan jangan hanya menunggu laporan.

              Untuk itu, ujar dia, posko THR harus proaktif turun langsung ke lapangan untuk jemput bola
              mengatasi persoalan yang muncul. "Perusahaan yang belum atau sulit bayar THR harus didatangi
              langsung, dievaluasi dan diingatkan untuk menunaikan kewajibannya," ucapnya.

              Menurut Netty, jika hanya menunggu laporan atau aduan pekerja, maka hasilnya tidak akan
              maksimal karena umumnya pekerja enggan dan takut melaporkan perusahaannya yang tidak
              membayar THR.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyampaikan  apresiasinya  kepada
              perusahaan yang telah melakukan pembayaran THR bagi pekerjanya sesuai dengan imbauan
              pemerintah.

              "Kami mendapat laporan sudah banyak perusahaan yang membayar THR. Kita beri apresiasi
              kepada perusahaan yang sudah bayar THR," ujar Menaker.

              Ida  memastikan  bahwa  pemerintah  akan  terus  memantau  pelaksanaan  penyaluran  THR
              keagamaan lewat posko THR baik yang didirikan di pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan
              (Kemenaker) maupun yang dibentuk pemerintah daerah.

              Berdasarkan data yang masuk ke Posko THR Kemenaker dalam periode 20 April hingga 10 Mei
              2021 terdapat 2.278 laporan, yang terdiri atas 692 konsultasi THR dan 1.586 pengaduan THR.

              Konsultasi yang masuk membahas beberapa isu seperti THR bagi pekerja yang masa kerjanya
              telah  selesai,  terkena  Pemutusan  Hubungan  Kerja  (PHK),  dirumahkan,  dalam  hubungan
              kemitraan dan yang mengundurkan diri.

              Pengaduan  terdiri  atas  beberapa  kategori  seperti  pembayaran  THR  dicicil,  dibayarkan  tidak
              penuh karena pemotongan gaji, tidak dibayarkan satu bulan gaji atau tidak disalurkan sama
              sekali karena alasan pandemi covid-19.

              Terkait berbagai pengaduan itu, Ida memastikan Kemnaker akan melakukan berbagai langkah
              mulai dari verifikasi data internal, berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja di masing-masing
              daerah, menurunkan tim pengawas, proses dialog, dan kesepakatan penyelesaian.

              (ABD).














                                                           469
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475