Page 518 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 518
Judul KSPI: Janganlah Hukum Tajam ke Buruh RI tapi Tumpul ke TKA China!
Nama Media nkriku.com
Newstrend Kedatangan WNA China
Halaman/URL https://nkriku.com/kspi-janganlah-hukum-tajam-ke-buruh-ri-tapi-
tumpul-ke-tka-china/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-05-11 17:36:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Janganlah hukum tajam ke buruh Indonesia tetapi tumpul
ke TKA China. Batalkan omnibus law UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan. Khususnya pasal
tentang TKA dikembalikan bunyinya menjadi 'Setiap TKA yang datang ke Indonesia wajib
mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja'
positive - Said Iqbal (Presiden KSPI) Kasus-kasus pembayaran THR yang tidak sesuai dengan
surat edaran Menaker bisa dijumpai di PT Pan Brothers di Boyolali, PT Agung Pelita Industrindo
di Brebes, perusahaan tekstil di pekalongan, dan seluruh mayoritas outsourcing PLN di seluruh
Indonesia serta perusahaan-perusahaan lain. Hal ini menjelaskan ketidakmampuan Menaker
menegakkan aturan tentang THR
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Sudahlah mudik dilarang, TKA dibiarkan masuk
melenggang kangkung ke Indonesia di tengah pandemi dan lip services atau hanya pemanis
bibir tentang pembayaran THR
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku heran dengan pejabat
publik yang selalu membantah dan membela keberadaan para TKA China, bukan perusahaan
pengguna TKA tersebut. Selain itu juga tidak pernah dijelaskan nama perusahaan mana saja
para TKA tersebut bekerja. Oleh karena itu, KSPI dan buruh Indonesia menuntut setop
mendatangkan TKA China dan negara lainnya ke Indonesia, terutama di masa pandemi dengan
alasan apapun.
KSPI: JANGANLAH HUKUM TAJAM KE BURUH RI TAPI TUMPUL KE TKA CHINA!
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku heran dengan pejabat
publik yang selalu membantah dan membela keberadaan para TKA China, bukan perusahaan
pengguna TKA tersebut.
517

