Page 572 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 572

Salah satu syarat penempatan Kembali ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus COVID-19
              di Indonesia di bawah angka 5.000 orang/hari selama seminggu berturut-turut.
              "Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan COVID-19.
              Alhamdulillah pada 9 Mei kemarin, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru COVID-
              19. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
              Kembali," kata Menaker Ida, di Jakarta, Selasa (11/5/2021).

              Lanjutnya,  ketentuan  pembukaan  penempatan  PMI  ke  Taiwan  tersebut  berdasarkan  pada
              pertemuan MoL Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).

              Selain angka penambahan kasus, untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan, Pemerintah
              Indonesia  juga  telah  melakukan  langkah-langkah  pembaharuan  SOP  Penempatan  PMI  pada
              Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat di antaranya penerapan protokol
              Kesehatan secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.

              "Apabila  kondisi  yang  dipersyaratkan  Taiwan  telah  terpenuhi,  maka  Kemnaker  akan  segera
              menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
              Pekerja Migran ke Taiwan," jelasnya.

              Untuk mempersiapkan rencana pembukaan penempatan ini, Menaker telah meminta pihak-pihak
              terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk mempersiapkan diri sesuai
              dengan SOP. Ia pun menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak menjalankan SOP
              dengan baik.

              "Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
              dalam  SOP  tersebut,  termasuk  BLKLN  yang  tidak  disiplin  dan  tidak  mentaati  SOP  pada  saat
              melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," pungkasnya.









































                                                           571
   567   568   569   570   571   572   573   574   575   576   577