Page 574 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 574

Standar operasional tersebut, kata dia, memuat aturan baru di antaranya penerapan protokol
              kesehatan (prokes) secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.
              "Apabila  kondisi  yang  dipersyaratkan  Taiwan  telah  terpenuhi,  maka  Kemnaker  akan  segera
              menginformasikan  kepada  otoritas  Taiwan.  Hal  ini  sebagai  dasar  untuk  membuka  kembali
              penempatan PMI ke Taiwan," ujar Ida, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com,
              Selasa (11/5/2021).

              Guna mempersiapkan rencana pembukaan penempatan tersebut, Menaker Ida telah meminta
              pihak-pihak terkait, untuk mempersiapkan diri sesuai dengan SOP.

              Adapun pihak terkait yang dimaksud adalah jajaran Kemnaker, Perusahaan Penempatan Pekerja
              Migran Indonesia (P3MI), dan asosiasi P3MI.

              Ida menyatakan, dirinya akan menindak tegas terhadap siapa pun yang tidak menjalankan SOP
              dengan baik.

              "Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
              dalam SOP tersebut," katanya, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Selasa.

              Tindakan tegas itu, lanjut dia, berlaku pula untuk Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) apabila
              tidak disiplin dan enggan mentaati SOP pada saat melatih para pencari kerja yang akan bekerja
              ke luar negeri.

              Perlu diketahui, Kemnaker berencana akan segera membuka kembali penempatan PMI ke luar
              negeri, khususnya Taiwan.

              Pembukaan  penempatan  tersebut  akan  memperhatikan  angka  kasus  Covid-19  di  Indonesia
              maupun di negara penempatan.

              Ida mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Ministry of Labour (MoL) Taiwan tentang
              rencana pembukaan penempatan PMI ke negara tersebut.
              Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi pemerintah Indonesia agar dapat menempatkan
              PMI kembali ke Taiwan. Salah satu syaratnya adalah menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia,
              yakni di bawah angka 5.000 orang per hari selama seminggu berturut-turut.

              "Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan Covid-19.

              Alhamdulillah, pada Minggu (9/10/2021) jumlah kasus baru Covid-19 terus menurun menjadi
              3.922," ujar Ida.

              Menurutnya, apabila angka Covid-19 dapat terus ditekan, maka penempatan PMI ke Taiwan
              dapat segera dibuka kembali.

              Lebih  lanjut  Ida  menjelaskan,  ketentuan  pembukaan  penempatan  PMI  ke  Taiwan  tersebut
              berdasarkan pada pertemuan MoL Taiwan dengan Central Epidemic Command Center (CECC).

              "Oleh karena itu, selain angka penambahan kasus, kami juga harus melakukan langkah-langkah
              pembaharuan SOP untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan," ucapnya.










                                                           573
   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579