Page 578 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 578
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya telah menerima surat dari Ministry
of Labour Taiwan tentang rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan. Salah satu syarat
pembukaan kembali ke Taiwan adalah penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia di bawah
5.000 kasus selama seminggu berturut-turut.
"Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan Covid-19.
Alhamdulillah pada 9 Mei kemarin, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru Covid-
19. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
Kembali," kata Ida melalui keterangan resmi pada Selasa, 11 Mei 2021.
Menaker menjelaskan, ketentuan pembukaan penempatan PMI ke Taiwan tersebut berdasarkan
pada pertemuan Menaker Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).
Selain penurunan kasus, untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan, Pemerintah juga
tengah melakukan langkah-langkah pembaharuan SOP terkait Penempatan PMI pada Masa
Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat penerapan protokol kesehatan secara ketat
sebelum calon pekerja berangkat ke negara tujuan.
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemnaker akan segera
menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," ujar Ida.
Untuk mempersiapkan rencana pembukaan penempatan ini, Menaker Ida telah meminta pihak-
pihak terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk mempersiapkan diri
sesuai dengan SOP. Dengan tegas, Ida menindak siapapun yang tidak menjalankan SOP dengan
baik.
"Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak mentaati SOP saat melatih
para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," kata Ida.( .
577

