Page 582 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 582

Hal  ini  disampaikan  oleh  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  saat  melakukan  Sosialisasi
              Jaminan Sosial Bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari
              Senin (10/5/2021).

              Menurutnya,  TKBM  bekerja  pada  salah  satu  profesi  dengan  risiko  cukup  tinggi,  sehingga
              pelindungan jaminan sosial mutlak harus diberikan.

              Ia  meminta  perusahaan  yang  mempekerjakan  Tenaga  Kerja  Bongkar  Muat  (TKBM)  untuk
              mengikutsertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

              "Karena ini adalah salah satu jenis pekerjaan yang berisiko cukup tinggi. Karena risiko cukup
              tinggi, saya kira Negara perlu hadir memastikan perlindungan kepada bapak/ibu semua," kata
              Menaker Ida dalam keterangannya.

              Berdasarkan Data BPJS Ketenagakerjaan pada Mei 2021, jumlah TKBM Pelabuhan Tanjung priok
              sebanyak 2.325 orang dan seluruhnya telah menjadi peserta Program Jaminan Kecelakaan Kerja
              (JKK) dan Program Jaminan Kematian (JKM).

              Selain itu, sebagian pekerja juga mendaftar sebagai peserta program Jaminan Hari Tua (JHT).

              Ida menjelaskan untuk memberikan pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal,
              Pemerintah  Indonesia  telah  memberlakukan  Undang-Undang  Nomor  40  tahun  2004  tentang
              Sistem  Jaminan  Sosial  Nasional,  Undang-Undang  Nomor  24  Tahun  2011  tentang  Badan
              Penyelenggara Jaminan Sosial, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
              berikut aturan turunannya.

              Menaker menyebut pemerintah menghadirkan UU Cipta Kerja tidak hanya untuk meningkatkan
              investasi  guna  menciptakan  lapangan  kerja,  namun  juga  untuk  memperkuat  sistem  jaminan
              sosial ketenagakerjaan yang sudah ada.
              "Pemerintah berharap ada investasi baru yang menyerap tenaga kerja, tapi pemerintah juga
              melakukan perlindungan kepada mereka yang sudah bekerja," sebut Menaker Ida.

              Penguatan  pelindungan  sosial  tersebut  diwujudkan  salah  satunya  dengan  diluncurkannya
              program jaminan sosial baru, yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              JKP diperuntukan bagi pekerja peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang ter-PHK. Nantinya,
              mereka akan mendapatkan manfaat berupa cash benefit, pelatihan kerja, hingga informasi pasar
              kerja.

              "Ini  bukti  bahwa  pemerintah  sangat  concern  dalam  memberikan  pelindungan  kepada
              pekerjanya," ujarnya.

              Direktur Utama BPJS ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, TKBM bekerja pada
              jenis pekerjaan dengan risiko cukup tinggi.

              Diharapkan, TKBM mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan.

              Anggoro  menjelaskan,  berbagai  program  yang  disediakan  oleh  BPJS  Ketenagakerjaan  tidak
              hanya  untuk  membantu  pekerja/buruh  manakala  mengalami  kecelakaan  kerja,  namun  juga
              memberi pelindungan kepada keluarganya.

              "Jadi  benefit  ini  manaka  terjadi  kecelakaan  kerja  pada  bapak/bu,  manfaatnya  juga  akan
              dirasakan oleh keluarga," ujarnya.




                                                           581
   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586   587