Page 584 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 584
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima surat dari
Ministry of Labour (MoL) Taiwan tentang rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan. Salah
satu syarat penempatan Kembali ke Taiwan adalah angka pertambahan kasus COVID-19 di
Indonesia di bawah angka 5.000 orang/hari selama seminggu berturut-turut.
"Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan COVID-19.
Alhamdulillah pada 9 Mei kemaren, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus baru COVID-
19. Jika angka ini dapat terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka
Kembali," kata Ida melalui Siaran Pers yang diterima RRI,Selasa (11/5/2021).
Ida menjelaskan, ketentuan pembukaan penempatan PMI ke Taiwan tersebut berdasarkan pada
pertemuan MoL Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).
Selain angka penambahan kasus, untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan, Pemerintah
Indonesia juga telah melakukan langkah-langkah pembaharuan SOP Penempatan PMI pada
Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat di antaranya penerapan protokol
Kesehatan secara ketat sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemnaker akan segera
menginformasikan kepada Otoritas Taiwan sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," jelas Ida Fauziyah.
Untuk mempersiapkan rencana pembukaan penempatan ini, Menaker Ida telah meminta pihak-
pihak terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk mempersiapkan diri
sesuai dengan SOP.
Ia pun menegaskan, akan menindak tegas siapapun yang tidak menjalankan SOP dengan baik.
"Saya akan menindak tegas P3MI apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak mentaati SOP pada saat
melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," tegasnya.
583

