Page 588 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 588
COVID-19 DI BAWAH 5 RIBU KASUS, KEMNAKER BUKA PENEMPATAN PEKERJA KE
TAIWAN
Setelah melihat tren kasus Covid-19 di Indonesia di bawah 5 ribu orang per hari selama seminggu
berturut-turut, Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) berencana segera membuka kembali
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, khususnya ke Taiwan.
"Pemerintah sangat serius dan terus bekerja keras menurunkan angka penularan Covid-19.
Alhamdulillah, pada 9 Mei, jumlahnya terus menurun menjadi 3.922 kasus. Jika angka ini dapat
terus kita tekan, maka penempatan PMI ke Taiwan dapat segera dibuka kembali," kata Menaker,
Ida Fauziyah, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (11/5/2021).
Ia menambahkan, pihaknya telah menerima surat dari Ministry of Labour (MoL) Taiwan tentang
rencana pembukaan penempatan PMI ke Taiwan. Salah satu syarat penempatan Kembali ke
Taiwan adalah angka pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia di bawah angka 5 ribu orang
per hari selama seminggu berturut-turut.
Ketentuan pembukaan penempatan PMI ke Taiwan tersebut berdasarkan pada pertemuan MoL
Taiwan dengan CECC (Central Epidemic Command Center).
Selain angka penambahan kasus, untuk dapat menempatkan kembali PMI ke Taiwan, pemerintah
Indonesia juga telah melakukan langkah-langkah pembaharuan SOP Penempatan PMI pada
Masa Adaptasi Kebiasaan Baru ke Taiwan. SOP ini memuat, diantaranya penerapan protokol
kesehatan secara ketat, sebelum calon PMI (CPMI) berangkat ke luar negeri.
"Apabila kondisi yang dipersyaratkan Taiwan telah terpenuhi, maka Kemnaker akan segera
menginformasikan kepada otoritas Taiwan, sebagai dasar untuk membuka kembali penempatan
PMI ke Taiwan," terang Ida.
Untuk mempersiapkan rencana pembukaan penempatan ini, Menaker telah meminta pihak-pihak
terkait, seperti jajaran Kemnaker, P3MI, dan asosiasi P3MI untuk mempersiapkan diri sesuai
dengan SOP. Ia pun menegaskan akan menindak tegas siapapun yang tidak menjalankan SOP
dengan baik.
"Saya akan menindak tegas P3MI, apabila tidak menjalankan penempatan sebagaimana diatur
dalam SOP tersebut, termasuk BLKLN yang tidak disiplin dan tidak mentaati SOP pada saat
melatih para pencari kerja yang akan bekerja ke luar negeri," katanya.
587

