Page 592 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 592

"Itulah  sesungguhnya  tujuan  omnibus  law.  Tadinya  TKA  yang  masuk  ke  Indonesia  harus
              mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, sehingga TKA tidak mungkin bisa masuk ke
              Indonesia kalau belum mendapat surat izin tertulis," jelas Said Iqbal.

              Saat ini para TKA yang masuk ke Indonesia cukup memegang surat dari perusahaan pengguna
              yang melaporkan rencana kedatangan mereka. Hal itu, kata dia, sudah tertuang pada aturan
              omnibus law TKA.

              "Jutaan buruh dilarang mudik bahkan disekat di perbatasan kota seperti warga kelas dua, tetapi
              TKA disambut sebagai warga kelas satu dengan alasan kebutuhan industri strategis," ungkapnya.

              Menurut Said Iqbal, TKA China dan India yang masuk ke Indonesia adalah buruh kasar yang
              bekerja  di  industri-industri  konstruksi,  perdagangan,  baja,  tekstil,  pertambangan  nikel,  dan
              industri-industri lain, yang semestinya bisa merekrut buruh lokal Indonesia. Dia pun mengaku
              heran dengan pihak yang selalu membantah dan membela keberadaan para TKA China tersebut.
              Padahal mereka adalah para pejabat bukan perusahaan pengguna TKA tersebut.
              Selain itu, kata dia, pemerintah tidak pernah menjelaskan di perusahaan mana saja para TKA
              tersebut bekerja. Karena itu, KSPI dan buruh Indonesia menuntut pemerintah agar berhenti
              mendatangkan TKA China dan negara lainnya ke Indonesia, terutama di masa pandemi, dengan
              alasan apa pun.
              "Janganlah hukum tajam ke buruh Indonesia tetapi tumpul ke TKA China. Batalkan omnibus law
              UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan, khususnya pasal tentang TKA dikembalikan bunyinya
              menjadi, 'Setiap TKA yang datang ke Indonesia wajib mendapatkan izin tertulis dari Menteri
              Tenaga Kerja'," tegasnya.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta agar publik melihat lebih objektif
              terkait kedatangan TKA ke Indonesia pada momen mudik Lebaran 2021. "Kita perlu melihat
              masalah tenaga kerja asing (TKA) secara lebih objektif tidak hanya terbatas pada isu momen
              mudik Lebaran saat ini," kata Ida kepada merdeka.com, Minggu (9/4).

              Dia  pun  mengklaim  keberadaan  TKA  sejalan  dengan  arus  investasi  asing,  sehingga  dapat
              mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja.

              "Salah satunya melalui agenda proyek strategis nasional (PSN)," bebernya.

              Ida pun menyakini jumlah TKA yang ada dalam satu perusahaan tidak akan melebihi pekerja
              Indonesia  atau  lokal.  Sebab  pemerintah  dalam  memberikan  izin  menggunakan  TKA  tetap
              memperhatikan penggunaan tenaga kerja lokal.

              "Data  menunjukkan  rata-rata  penggunaan  TKA  selama  lima  tahun  terakhir  (2016-2020)
              mencapai 93 ribu orang. Jika dilihat jumlahnya sangat jauh dibandingkan angkatan kerja kita
              yang bekerja, di mana data BPS terbaru per Februari 2021 mencapai 131 juta orang," bebernya.

              Lebih dari itu, kata Ida, pengendalian TKA juga dilakukan melalui pos-pos jabatan yang dapat
              mereka isi. Dia mengatakan data menunjukkan bahwa jabatan TKA yang masuk ke Indonesia
              sebanyak 65 persen berada di jabatan manajer dan profesional.

              "Pemerintah juga mewajibkan adanya transfer teknologi dan keahlian (knowledge) dari TKA ke
              tenaga kerja lokal sehingga ke depan kita memiliki stok angkatan kerja yang lebih kompeten
              untuk mampu mengisi demand tenaga kerja dari investasi PMA yang menggunakan teknologi-
              teknologi baru," bebernya.

              [yan].


                                                           591
   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597