Page 594 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 594

"Saya percaya Mba Alisa sudah teruji dan sudah, sedang serta akan menyiapkan konsep keluarga
              sakinah yang dilakukan bersama Kementerian Agama. Dengan Kemenag saja bisa kerja sama,
              kenapa dengan Kemnaker tidak bekerja sama?" ujar Ida.

              Ida berharap LKKNU sangat concern terhadap ketahanan keluarga dengan berbagai cara dan
              memberikan apresiasi keinginan Kemnaker disambut baik LKKNU. Ida mengakui meski dirinya
              sebagai  bagian  dari  LKKNU,  tetapi  profesionalitas  dan  prinsip-prinsip  pengelolaan  keuangan
              negara dalam kerja sama ini harus tetap dijaga.

              "Kerja  kolaboratif  ini  diinisiasi  oleh  Kemnaker  dengan  LKKNU,  tapi  ini  bukan  untuk  NU  saja,
              melainkan untuk bangsa dan kepentingan masyarakat yang lebih luas, " kata Ida.

              "Kepada  teman-teman  LKKNU  saya  berharap  juga  sama-sama  saling  menjaga  bagaimana
              pengelolaan kegiatan ini dilakukan secara profesional," tambahnya.

              Ida  menambahkan  pengasuhan  anak-anak  PMI  oleh  keluarga  asuh  biasanya  kurang  optimal
              dibandingkan dengan pengasuhan yang dilakukan orang tua kandung. Ada pula anak-anak yang
              diasuh hanya oleh ayah atau ibu mereka sehingga mereka kurang mendapat kasih sayang yang
              seimbang.

              "Padahal,  anak-anak  ini  adalah  generasi  penerus  bangsa  yang  akan  menentukan  kejayaan
              bangsa kita di masa datang. Oleh sebab itu, Kemnaker sangat menyambut baik partisipasi dan
              peran aktif LKKNU yang sangat berpengalaman dalam berbagai program penguatan kapasitas
              fungsi keluarga," katanya.

              Melalui kerja sama ini, Ida berharap niat baik, perhatian, dan kepedulian semua pihak terhadap
              perkembangan  anak-anak  PMI  dapat  menjadi  lebih  nyata.  "Terutama  melalui  penyusunan
              konsep dan model pembangunan community parenting di desmigratif, " katanya.

              Sementara  itu,  Dirjen  Suhartono  mengatakan  ruang  lingkup  kesepahaman  bersama  meliputi
              pertama  assessment  (pemetaan  untuk  penelitian  awal  tentang  realitas  dan  kebutuhan
              pengasuhan  berbasis  komunitas  desmigratif).  Kedua,  pengembangan  konsep  dan  model
              pembangunan keluarga (community parenting) desmigratif.

              Ketiga,  penyusunan  empat  modul  untuk  penguatan  komunitas  pembangunan  keluarga  di
              desmigratif.  Keempat,  pelaksanaan  uji  coba  modul  pembangunan  komunitas  keluarga
              desmigratif.

              Kelima,  pelaksanaan  training  of  trainer  penguatan  komunitas  pembangunan  keluarga  di
              desmigratif.  Keenam  pelaksanaan  pilot  project  model  penguatan  komunitas  pembangunan
              keluarga di desmigratif.

              "Pelaksanaan  kegiatan  nantinya  akan  dibentuk  Tim  Penguatan  Community  Parenting  di
              desmigratif. Kesepahaman ini berlaku jangka waktu dua tahun sejak tanggal ditandatanganinya
              kesepahaman dimaksud, " katanya.

              Sementara  Alisa  Wahid  menyambut  positif  inisiatif  Kemnaker  untuk  bekerja  sama  dalam
              penguatan komunitas pembangunan keluarga di desmigratif. Sebab sesuai mandat di LKKNU,
              pihaknya concern terhadap masalah keluarga. Mandat di lingkungan NU adalah untuk mengelola
              seluruh urusan kemaslahatan atau kebaikan keluarga.

              "Kerja sama ini, sebuah langkah membahagiakan karena tema keluarga merupakan tema sehari-
              hari. Kami punya konsep keluarga maslahah, yakni keluarga yang bukan hanya bahagia dan
              baik.  Tetapi  juga  membawa  kepada  setiap  anggota  keluarganya,  juga  kepada  lingkungan
              sekitarnya," katanya.


                                                           593
   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599