Page 591 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 591
Judul KSPI: Kedatangan TKA ke RI Cederai Rasa Keadilan Buruh
Nama Media merdeka.com
Newstrend Posko THR 2021
Halaman/URL https://www.merdeka.com/peristiwa/kspi-kedatangan-tka-ke-ri-
cederai-rasa-keadilan-buruh.html
Jurnalis Intan Umbari Prihatin
Tanggal 2021-05-11 10:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan kehadiran tenaga
kerja asing (TKA) China dan India ke Indonesia mencederai rasa keadilan kepada kaum
buruh.Dia menilai para TKA itu disambut meriah di saat buruh lokal tengah kesulitan. "Ibaratnya
buruh dikasih jalan tanah yang becek, tetapi TKA diberi karpet merah dengan penyambutan yang
gegap gempita atas nama industri strategis," kata Said Iqbal dalam pesan singkat kepada
merdeka.com, Selasa (11/5).
KSPI: KEDATANGAN TKA KE RI CEDERAI RASA KEADILAN BURUH
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan kehadiran tenaga
kerja asing (TKA) China dan India ke Indonesia mencederai rasa keadilan kepada kaum
buruh.Dia menilai para TKA itu disambut meriah di saat buruh lokal tengah kesulitan.
"Ibaratnya buruh dikasih jalan tanah yang becek, tetapi TKA diberi karpet merah dengan
penyambutan yang gegap gempita atas nama industri strategis," kata Said Iqbal dalam pesan
singkat kepada merdeka.com, Selasa (11/5).
Tidak hanya itu, datangnya TKA China dan India dengan menggunakan pesawat carteran di
tengah pandemi adalah sebuah ironi yang menyakitkan dan mencederai rasa keadilan. Apalagi
itu terjadi di saat jutaan pemudik yang menggunakan motor yang dipastikan mereka adalah
buruh diadang di perbatasan-perbatasan kota.
"Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan
makannya, di saat sebagian dari mereka uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha,"
beber Said Iqbal.
Kedatangan TKA dari China dan India tersebut, kata dia, menegaskan fakta bahwa tujuan
omnibus law UU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan, ingin memudahkan masuknya
TKA China yang mengancam lapangan pekerjaan pekerja lokal. Padahal saat ini rakyat Indonesia
justru lebih membutuhkan pekerjaan, karena banyak yang ter-PHK akibat pandemi.
590

