Page 335 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 335
Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Sragen, Joko Supriyanto mengatakan,
sudah dilakukan mediasi dengan perusahaan DMST 2, kemarin (7/5). Namim belum ada
kesepakatan antara SBSI 1992 dengan perusahaan. Pekerja mendesak nilai THR sesuai
ketentuan pemerintah yakni 100 persen. Namun perusahaan hanya mampu 70 persen dengan
dicicil. Yakni 30 persen dibayar sebelum hari raya, 40 persen dicicil empat kali selama empat
bulan setelah Lebaran.
"Kami prihatin jika hanya 70 persen, itupun dicicil. Pekerja inginkan 100 persen," jelas Joko,
kemarin (7/5).
Terkait permasalahan tersebut, Kepala Disnaker Sragen Joko Suratno berupaya menjembatani
kedua belah pihak. Setiap perusahaan di Sragen sejauh ini tidak ada masalah berarti. Tinggal
DMST II yang berada di Kecamatan Sidoharjo yang belum ada titik temu kesepakatan. Ada dua
serikat pekerja yang berbeda sikap. Satu serikat pekerja sudah sepakat Sedangkan yang satunya
belum bisa menerima keputusan.
"Yang mayoritas dengan anggota 760 orang sudah sepakat. Yang anggotanya 460-an orang
yang belum sepakat," imbuh Joko.
Namun dia menekankan kesepakatan harus bulat. Karena melibatkan lebih dari 1.000 pekerja.
Pihaknya sudah memfasilitasi dialog sampai ada titik temu. Dari pihak perusahaan
menyampaikan masih belum mampu akibat pandemi Co-vid-19. Sehingga belum bisa memberi
sesuai ketentuan.
"Tahun kemarin kebetulan Covid-19 datang Maret. Mei sudah Lebaran, cash flow di perusahaan
masih bagus. Namun saat ini sebaliknya. Meski saat ini lebih baik dari akhir tahim 2020," terang
Joko.
Dia menambahkan, sesuai surat edaran menteri tenaga kerja yakni satu kali gaji. Namun kalau
perusahaan tidak mampu, harus dibicarakan antara pekerja dan perusahaan. Kalau tidak ada
kesepakatan nanti akan difasilitasi pemerintah ke satwasker" terangnya, (din/adi)
334

