Page 341 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 341

MENAKER: SANKSI TEGAS PELANGGAR ATURAN THR

              MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mendorong pemberian sanksi tegas. Kepada
              para pelanggar aturan mengenai pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja atau buruh.

              Oleh  karena  itu,  memasuki  masa  rentang  waktu  H-7  Lebaran  2021  ini,  Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memperkuat  aspek  pengawasan  dan  penegakan  hukum  untuk
              memastikan pembayaran THR lancar sesuai ketentuan.

              "Sebelumnya  kami  konsentrasi  pada  layanan  informasi  dan  konsultasi  terkait  THR.  Maka
              sekarang kami memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran
              aturan THR," kata Ida di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

              Ida  minta  para  gubernur,  walikota  dan  bupati  turun  tangan  langsung  menyelesaikan  setiap
              pengaduan yang masuk ke Posko THR yang telah dibentuk. Dia juga minta para kepala daerah
              itu tidak segan-segan memberikan sanksi sesuai kewenangan apabila terjadi pelanggaran aturan
              THR.

              Posko THR Keagamaan 2021 Kemnaker mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk selama kurun
              waktu 20 April sampai dengan 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi dan 899
              pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman dan lain-lain.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain: tidak dibayar sama sekali,
              dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar bukan
              dalam bentuk uang dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi covid-19.
              Sekretaris  Jenderal  Kemnaker  Anwar  Sanusi  mengatakan.  Pihaknya  mengerahkan  Pengawas
              Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi  pelaksanaan
              pembayaran THR.

              "Kami  langsung  menindaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik.  Kemudian
              langsung  berkoordinasi  dengan  Dinas  Ketenagakerjaan  untuk  memerintahkan  Pengawas
              Ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Anwar.

              Dia menambahkan Ditjen Binwasnaker dan K3, pagi tadi (kemarin) telah melakukan koordinasi.
              Bersama seluruh kepala Dinas Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan mediator di
              seluruh  Indonesia.  Dilakukan  virtual,  mengoordinasikan  langkah-langkah  penegakan  hukum
              pelaksanaan THR.

              Anwar menyampaikan, bagi perusahaan yang terdampak covid-19 dan tidak mampu memenuhi
              pembayaran  THR.  Didorong  melakukan  dialog  dengan  tetap  mengacu  pada  peraturan
              perundangan.

              Dia mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi. Apabila terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  Lebaran.  Harus  ada  kesepakatan
              tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis. Harus didukung dengan bukti laporan keuangan dua
              tahun  terakhir.  Memuat  waktu  pembayaran  THR  Keagamaan  dengan  syarat  paling  lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Lebaran.

              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan. Maka pengawas akan melakukan pengawasan
                                                           340
   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346