Page 389 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 389

pembayaran  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  bagi  pekerja/buruh  berjalan  lancar  dan  sesuai
              ketentuan.
              Menaker  Ida  Fauziyah  meminta  para  Gubernur,  Walikota,  dan  Bupati  untuk  turun  tangan
              langsung dalam menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR. Mereka juga
              diminta untuk tidak segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi pelanggaran
              aturan THR.

              "Sebelumnya  kami  konsentrasi  pada  layanan  informasi  dan  konsultasi  terkait  THR.  Maka
              sekarang kami memperkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran
              aturan THR," kata Ida, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 7 Mei 2021.

              Pokso THR Keagamaan 2021 Kemenaker mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR
              selama kurun waktu 20 April hingga 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR
              dan 899 pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021, di antaranya
              adalah ritel, jasa keuangan dan perbankan, konstruksi, manufaktur, migas, alat kesehatan, dan
              industri makanan dan minuman.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan, antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi covid-19.

              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19.

              Sementara  itu,  Sekretaris  Jenderal  (Sekjen)  Kemenaker  Anwar  Sanusi  mengatakan,  bahwa
              Kemenaker mengerahkan Pengawas Ketenagakerjaan yang berada di tingkat pusat dan daerah
              untuk mengawasi pelaksanaan pembayaran THR.

              "Kami  langsung  menidaklanjuti  pengaduan  dalam  Posko  THR  secara  periodik.  Kemudian
              langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Anwar.

              Anwar juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan tidak mampu
              memenuhi pembayaran THR, didorong untuk melakukan dialog untuk pelaksanaan pembayaran
              THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Dia juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan
              yang  tidak  mampu  membayarkan  THR  tujuh  hari  sebelum  hari  raya,  maka  harus  ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis, dan harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              dua  tahun  terakhir.  Lalu  memuat  waktu  pembayaran  THR  Keagamaan  dengan  syarat  paling
              lambat dibayar sehari sebelum Hari Raya Idulfitri.

              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," kata Sekjen Anwar.




                                                           388
   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394