Page 392 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 392
PLAN INDONESIA DORONG KESEMPATAN KERJA INKLUSIF DI BIDANG TEKNOLOGI
Industri kini dianggap sebagai lapangan kerja yang menjanjikan, termasuk bagi kaum muda
perempuan. Namun, data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki persentase pekerja
perempuan di perusahaan teknologi yang terendah se-Asia Tenggara, dengan jumlah 22 persen
(BCG, 2020). Sementara, menurut ILO, sebanyak 56 persen atau 60 juta pekerjaan di Indonesia
terancam terhapus karena efek otomatisasi teknologi, dengan perempuan lebih mungkin
kehilangan pekerjaannya (20 persen) dibandingkan dengan laki-laki.
Berdasarkan pertimbangan ini, selama dua tahun terakhir, (Plan Indonesia) menjalankan
program Tech Muda bersama Maxima Foundation dan NF Computer, didukung oleh J.P.Morgan
Chase Foundation. Program ini diimplementasikan untuk meningkatkan kesiapan kerja kaum
muda, khususnya bagi kaum muda perempuan dan penyandang disabilitas di bidang teknologi.
Melalui program Tech Muda, setidaknya 150 kaum muda berusia 18-29 tahun dari keluarga
marginal telah mendapatkan pelatihan dan yang relevan di bidang teknologi. Mereka
mendapatkan pelatihan di bidang, digital marketing, pembuatan keputusan, dan masih banyak
lagi. Para partisipan ini terpilih dari 300 orang pendaftar awal di kawasan Jabodetabek, dengan
120 orang di antaranya merupakan dan 7 orang merupakan penyandang disabilitas.
Saat ini, lebih dari 90 persen partisipan Tech Muda telah bekerja di bidang teknologi (72 persen)
atau menjalankan bisnis mereka sendiri. Kemudian, salah satu peserta dengan disabilitas berhasil
menciptakan situs untuk komunitas netra, edubilitas.com.
Melalui sesi kolaboratif yang dilaksanakan hari ini (7/5), Plan Indonesia menyoroti pencapaian
program Tech Muda. Khususnya, dalam hal memberdayakan kaum muda di bidang teknologi,
informasi, dan komunikasi (TIK) selama dua tahun terakhir.
"Mari kita mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif dan setara di bidang teknologi, khususnya
dengan mengedepankan partisipasi kaum muda perempuan dan kaum muda dengan disabilitas.
Dengan begitu, kita bisa meningkatkan pencapaian kesetaraan gender dan mewujudkan
Sustainable Development Goal (SDG 5). Kaum muda perempuan dan penyandang disabilitas juga
jadi bisa berkompetisi dengan adil, sekaligus mendapat kesempatan menjadi pemimpin dalam
industri tersebut," ungkap Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International
Indonesia.
Putri (26 tahun), peserta pelatihan Tech Muda yang juga merupakan penyandang, mengatakan
program ini telah membantunya mengasah kemampuan teknis. Melalui Tech Muda, perempuan
yang ingin terus mengembangkan karier sebagai programmer ini telah mempelajari cara
membuat, yang kemudian dikembangkannya untuk menciptakan situs edubilitas.com.
"Saya berharap bisa melanjutkan edubilitas.com dan terus mengembangkan situs ini agar benar-
benar dapat memberikan manfaat bagi teman-teman netra. Saya berharap bisa membuka
peluang kerja baru bagi teman-teman netra lewat edubilitas.com," ujar Putri.
Hal serupa diungkapkan oleh Citra (21 tahun), peserta dari Balai Besar Pengembangan Latihan
Kerja (BBPLK) Bekasi yang mengikuti pelatihan Tech Muda di tahun 2019. Menurut Citra, ia
belajar mengembangkan dan mengasah kemampuannya di bidang front end melalui pelatihan
ini. Citra juga merasa menjadi semakin terlatih untuk membuat proyek dan bisa mengembangkan
portofolionya.
"Setelah bergabung dengan Tech Muda, saya jadi lebih terdorong untuk menjadi perempuan
berdaya. Saya berencana memiliki karier di bidang programming, semoga ke depannya bisa
dilancarkan," ujar Citra.
391

