Page 397 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 397

TEGAS, MENAKER IDA SIAPKAN SANKSI BAGI PELANGGAR ATURAN THR

              Memasuki masa rentang waktu H-7 Lebaran, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat aspek
              pengawasan dan penegakan hukum untuk memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR)
              bagi  pekerja/buruh  berjalan  lancar  dan  sesuai  ketentuan.  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida
              Fauziyah, meminta para Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk turun tangan langsung dalam
              menyelesaikan setiap pengaduan THR yang masuk ke Posko THR yang telah dibentuk, serta tak
              segan memberikan sanksi sesuai kewenangannya bila terjadi pelanggaran aturan THR.

              "Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang
              kita perkuat aspek pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR," kata
              Menaker Ida di Jakarta, Jumat, 7 Mei 2021.

              Sebagaimana dilansir dari kemnaker.go.id, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021
              Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama
              kurun waktu 20 April s.d 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899
              pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dll.
              Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19.

              Sementara itu, Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan bahwa Kemnaker mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR.
              "Kita langsung menidaklanjuti pengaduan dalam Posko THR secara periodik, kemudian langsung
              berkoordinasi  dengan  dinas-dinas  ketenagakerjaan  untuk  memerintahkan  pengawas
              ketenagakerjaan melakukan pemeriksaan pelaksanaan THR," kata Sekjen Anwar.

              "Tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas
              Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual
              untuk  mengkoordinasikan  langkah-langkah  penegakan  hukum  pelaksanaan  THR,"  tambah
              Sekjen Anwar.

              Sekjen Anwar juga menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan tidak
              mampu  memenuhi  pembayaran  THR,  didorong  untuk  melakukan  dialog  untuk  pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan. Dia juga
              mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat perusahaan yang tidak
              mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum hari raya, maka harus ada kesepakatan tertulis
              bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.

              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," kata Sekjen Anwar.
                                                           396
   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402