Page 399 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 399
Judul 899 Aduan Masuk Posko THR, Ada yang Nggak Dibayar!
Nama Media detik.com
Newstrend Posko THR 2021
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5562466/899-aduan-
masuk-posko-thr-ada-yang-nggak-dibayar
Jurnalis Tim detikcom
Tanggal 2021-05-07 22:25:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sebelumnya kita konsentrasi pada layanan
informasi dan konsultasi terkait THR, maka sekarang kita perkuat aspek pengawasan dan
penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan THR
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Kita langsung menidaklanjuti
pengaduan dalam Posko THR secara periodik, kemudian langsung berkoordinasi dengan dinas-
dinas ketenagakerjaan untuk memerintahkan pengawas ketenagakerjaan melakukan
pemeriksaan pelaksanaan THR
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Tadi pagi Ditjen Binwasnaker dan K3
telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Pengawas
Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui virtual untuk mengkoordinasikan
langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR
negative - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kemenaker) Dalam hal THR keagamaan tidak
dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar THR di bawah ketentuan
perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan pelaksanaan pembayaran
THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada pejabat berwenang pada
kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi administratifnya
Ringkasan
Posko THR Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 1.569 laporan yang
masuk selama kurun waktu 20 April sampai dengan 6 Mei 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670
konsultasi THR dan 899 pengaduan THR. Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam
laporan posko THR 2021 di antaranya adalah ritel, jasa keuangan dan perbankan, konstruksi,
manufaktur, migas, alat kesehatan, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
398

