Page 634 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 634

T mengatakan pihaknya juga ingin melakukan Bipartit dengan perusahaan. Namun permohonan
              Bipartit tersebut tidak mendapat respon.
              "Mediasi juga ada tapi ditolak semua. Surat diterima oleh manajemen tetapi pihak manajemen
              hanya menerima saja tidak mau tandatangan arsip kami," jelasnya.

              Ketua Pimpinan Unit kerja (PUK) Serikat Pekerja Nasional PT Pancaprima Ekabrothers, Hasan
              mengatakan para buruh tegas menolak pencicilan THR. Sejauh ini pihaknya pun masih terus
              mengupayakan Bipartit dengan perusahaan.

              "Kita masih tetap berunding bagaimana mengupayakan agar THR tidak dicicil. Ini masih ada satu
              hari  lagi  menuju  hari  libur,  kita  masih  melakukan  perundingan  dan  pihak  manajemen  masih
              mengupayakan  dengan  sisa  waktu  yang  ada  agar  pembayaran  THR  ini mengikuti  kem-auan
              seluruh karyawan yang ada," ujarnya.

              Apabila THR tetap dibayarkan secara dicicil, mereka akan menempuh dan mengikuti prosedur
              pengaduan yang telah di fasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang. "Mereka
              juga ada pergerakan seperti THR yang tadinya mau dicicil 8 lalu dikurangi menjadi 5 kali, tetapi
              tetap mau dicicil berapa kalipun kami tetap menolak" ujarnya.

              Menurut Hasan, perusahaan sebenarnya sudah menjelaskan terkait alasannya THR dicicil.

              Kata dia, Pandemi Covid-19 menyebabkan omzet menurut.

              Namun alasan itu tidak bisa diterima karena karyawan menilai pandemi Covid -19 tidak terlalu
              berdampak bahkan produksi pabrik yang tetap berjalan di masa pandemi.

              "Mereka  sudah  menjelaskan  ke  kami  bahwa  perusahaan  bisa  melewati  situasi  pandemi  ini,
              dibilang terdampak memang iya tetapi produksi tetap berjalan" jelas Hasan.

              Kepala Bidang Hubungan Industrial untuk Disnaker Kota Tangerang, Asep Rahmad mengatakan
              pihaknya  mengimbau  kepada  perusahaan  untuk  mengikuti  atusan  pembayaran  THR  sesuai
              dengan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/6/HK.04/  IV/2021.  Tentang  Pelaksanaan  Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker Ida menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR
              Keagamaan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan
              juga  diberikan  kepada  pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu. Terkait
              jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus
              atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi pekerja/
              buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12
              bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan
              kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang  diterima  selama  12  bulan  terakhir  sebelum  hari  raya  keagamaan.  Sedangkan  bagi
              pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

                                                           633
   629   630   631   632   633   634   635   636   637   638   639