Page 638 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 638
INDUSTRI SAWIT DIKLAIM BUKA 16 JUTA LAPANGAN KERJA
Jakarta - Direktur Jenderal Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang mengatakan industri kelapa
sawit dari hulu ke hilir berkontribusi menciptakan 16 juta lapangan kerja di Indonesia.
"Sektor sawit ini menampung banyak tenaga kerja, datanya sekitar 16 juta pekerja," ungkapnya
dalam webinar 'Beda UU Cipta Kerja Bagi Sawit Borneo Berkelanjutan', Kamis (6/5).
Karena itu, menurut dia, pemerintah perlu memberikan kepastian dan kemudahan usaha, dan
iklim investasi yang kondusif di sektor perkebunan kelapa sawit, tanpa meninggalkan unsur
perlindungan sosial terhadap tenaga kerjanya.
Terlebih, tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih di angka 6,26 persen per Februari 2021.
Meski turun dari posisi Agustus 2020 yang mencapai 7,07 persen, namun posisi tersebut masih
lebih tinggi dari Februari tahun lalu yang berada di angka 4,94 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesempatan kerja di Indonesia masih belum bisa
memberikan sumbangan yang efektif atau signifikan kepada angkatan kerja baru.
"Melihat data tersebut tentu pemerintah melihat perlunya ada dorongan penciptaan lapangan
kerja khususnya di sektor sawit di mana sektor sawit ini adalah salah satu sektor yang menyerap
banyak tenaga kerja," terang Haiyani.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan Yuli Adiratna
mengingatkan pengusaha sektor perkebunan kelapa sawit untuk lebih sensitif terhadap isu
ketenagakerjaan yang berkembang.
Beberapa di antaranya adalah masalah upah rendah, jam kerja yang terlalu panjang, pekerja
anak, serta hak-hak dasar pekerja lainnya.
"Contoh untuk pekerja perempuan, pekerja perempuan itu punya fungsi reproduksi, dan itu
dilindungi. Kalau perempuan yang sedang mengalami haid, dia memperoleh hak untuk istirahat
pada hari pertama dan hari kedua waktu haid," tuturnya.
Contoh lainnya adalah hak cuti panjang untuk perempuan yang baru melahirkan, baik itu untuk
pekerja di perkebunan kelapa sawit maupun di industri hilirnya.
"Tentu dengan upah penuh oleh karena itu karena itu sangat baik kalau ini juga diatur dalam
perjanjian kerja atau perjanjian kerja bersama (PKB)," tandasnya.
637

