Page 75 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 Januari 2021
P. 75

pendarahan otak pada 12 Januari 2021. Namun, terdapat kesalahan dalam pengiriman Jenazah
              Suliyati ke Jember.
              Pihak keluarga yang harusnya menerima jenazah Suliyati, malah menerima jenazah orang lain
              yang merupakan warga asal Sragen yang juga merupakan TKW bernama Sujiati.

              Kepala  Dusun  Krajan  II  Desa  Grenden  sekaligus  tim  pemulangan  jenazah,  M  Arif  Budiman
              menjelaskan, pemerintah desa membantu mengurus kepulangan jenazah Suliyati. Pihak desa
              meminta agar foto jenazah Suliyati dikirim via WhatsApp setelah dikafani.

              Buaya Besar Akhirnya Keluarkan Jasad Sugiarti dari Mulutnya setelah Tubuhnya Disetrum Orang
              Tua Berteriak Kaget, Tak Menyangka Jasad yang Ditemukannya Bersimbah Darah adalah Sang
              Putri Namun, setelah foto diterima dan dicocokkan, ternyata bukan jenazah Suliyati yang hendak
              dikirim, tetapi jenazah TKW lainnya yang juga meninggal dunia bernama Sulijati.

              "Setelah itu, kami kirim komplain ke sana, ternyata jenazah sudah dibawa dari RS ke pihak cargo
              bandara di Kuala Lumpur," papar Arif saat dihubungi, Senin (25/1/2021).

              Pihak desa berupaya membuat surat untuk menggagalkan pengiriman jenazah tersebut. Namun,
              sudah  tidak  bisa  karena  jenazah  sudah  diterbangkan  ke  Surabaya  dan  transit  Jakarta.
              Selanjutnya,  Pemdes  berkoordinasi  dengan  Badan  Perlindungan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (BP2MI) untuk membuat surat agar jenazah itu tidak dikirim ke Surabaya.

              "Namun, secara aturan dan prosedur maskapai tidak boleh, tetap dikirim ke alamat tujuan," tutur
              dia.

              Akhirnya jenazah tetap dikirim ke Surabaya dan tiba pada Jumat (22/1/2021) pukul 10.00 WIB.
              Petugas  bandara  menghubungi  pihak  pemdes  agar  ke  Surabaya  untuk  mengklarifikasi  dan
              memverifikasi jenazah tersebut.
              "Karena alamat dalam peti jenazah itu warga Desa Grenden," terang dia.

              Tim  dari  Pemdes  Grenden  datang  ke  Surabaya  untuk  memastikan,  ternyata  memang  bukan
              warganya.

              Setelah  berkoordinasi  dengan  BP2MI  serta Konsulat  Jendral  RI  di  Malaysia, diketahui  bahwa
              jenazah tersebut berasal dari Sragen.
              Akhirnya, jenazah itu segera dikirim ke tanah kelahirannya. Sementara, jenazah Suliyati masih
              tetap berada di Malaysia dalam pengurusan dokumen dan penjadwalan penerbangan.

              Arif mengatakan, keluarga Suliyati tidak mempersalahkan terkait kesalahan dalam pengurusan
              jenazah TKW tersebut. Ini karena tidak ada kerugian yang diderita.

              "Saya garis bawahi, keluarga tidak mempermasalahkan karena tidak ada kerugian materi. Kami
              ada hikmah menolong sesama warga," ujar Arif.
















                                                           74
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80