Page 509 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 509

FSPMI KALSEL : THR DAPAT GERAKKAN RODA PEREKONOMIAN

              Banjarmasin - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
              Kalimantan Selatan (Kalsel) Yoeyoen Indarto berpendapat, tunjangan hari raya atau THR dapat
              menggerakkan roda perekonomian.

              "Oleh sebab itu, kami harapkan kepada perusahaan tahun ini dapat melakukan pembayaran THR
              untuk para pekerja, dan tanpa cicilan," ujarnya usai beraudensi dengan Komisi IV Bidang Kesra
              DPRD Kalsel di Banjarmasin, Senin (12/4).

              Menurut  dia,  dengan  pembayaran  THR  secara  penuh  atau  tanpa  cicilan,  pekerja  akan  bisa
              berbelanja untuk keperluan rumah tangga serta buat keluarga mereka menghadapi lebaran.

              "Sebaliknya jika pembayaran THR secara cicilan atau terlebih tidak ada samasekali membuat
              daya beli pekerja lemah dan bisa berdampak pada roda perekonomian tanpa pergerakan," lanjut
              Juru Bicara (Jubir) Aliansi Pekerja Buruh Banua (PBB) Kalsel tersebut.

              "Semula  memang  ada  Surat  Edaran  Menteri  Tenaga  Kerja  Republik  Indonesia  bahwa  bagi
              perusahaan yang tidak mambayar THR langsung secara penuh bisa dengan mencicil. Hal itu
              sudah tidak ada lagi," demikian Yoeyoen Indarto.

              Ketua  Komisi  IV  DPRD  Kalsel  HM  Lutfi  Saifuddin  sedang  memberi  keterangan  pers,  usai
              menerima  audiensi  Aliansi  Pekerja  Buruh  Banua  (PBB)  di  Banjarmasin,  Senin  (12/4).
              (Syamsuddin Hasan) Pada kesempatan terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin
              SSos menyatakan sependapat atau mendukung tuntutan Aliansi PBB yang terdiri dari FSPMI,
              Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh
              Indonesia (KSBSI) tersebut.

              "Kami juga mengharapkan perusahaan agar membayarkan secara penuh terhadap THR yang
              merupakan hak pekerja," ujar anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Gerindra itu.

              "Kami instansi terkait agar memantau dan menindaklanjuti bilamana ada perusahaan yang tidak
              membayarkan  THR.  Kami  pun  dari  Komisi  IV  DPRD  Kalsel  yang  juga  membidangi
              ketenagakerjaan akan melakukan pemantauan," demikian Lutfi Saifuddin.

              Hadir dalam audensi Aliansi PBB dengan Komisi IV DPRD Kalsel tersebut, Kepala Dinas Tenaga
              Kerja  dan  Transmigrasi (Disnakertrans)  setempat,  H  Siswansyah  SH  MH,  serta  Kepala  Dinas
              Kesehatan provinsi HM Muslim.
              Audensi  Aliansi  PBB  itu  mendapatkan  pengamanan  ketat  dari  kepolisian  sampai
              wartawan/anggota  Press  Room  DPRD  Kalsel  yang  mau  meliput  pertemuan  tersebut  harus
              mengisi  daftar  hadir  dengan  alasan  untuk  memudahkan  melakukan  pemantauan  siapa  yang
              keluar masuk ruangan.
              Padahal petugas/penjaga daftar hadir dari Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel sudah mengatakan,
              bahwa yang masuk itu adalah wartawan, tapi oknum polisi tetap bersikeras harus mengisi daftar
              hadir.

              Oleh karenanya wartawan/anggota Press Room DPRD Kalsel kecewa dengan sikap oknum yang
              terkesan berlebihan dalam melakukan pengamanan, yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

              Sementara Aliansi PBB yang melakukan audiensi di Lantai IV Ruang H Ismail Abdullah Gedung
              DPRD Kalsel tersebut sekitar 20 orang.




                                                           508
   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513   514