Page 578 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 578

pekerja  terkait  pembayarannya.  Hal  itu  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Menaker  RI  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  tahun
              2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang dikeluarkan per 12 April 2021 dan ditujukan kepada
              para kepala daerah.

              "Kami mohon kerja sama para kepala daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan kepada pekerja atau buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan
              mewajibkan bagi pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar melakukan dialog dengan
              pekerja  atau  buruh  untuk  mencapai  kesepakatan,"  kata  Menaker  Ida  dalam  konferensi  pers
              virtual Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (12/4).

              Menaker Ida menegaskan bahwa kesepakatan yang dicapai dengan dialog birpartit itu harus
              dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik dengan hasil dialog harus dibuat secara
              tertulis dan memuat waktu pembayaran.

              Edaran itu mewajibkan agar pembayaran THR paling lambat dilakukan sampai satu hari sebelum
              hari raya keagamaan pekerja dan buruh bersangkutan.

              Kesepakatan itu sendiri harus dilakukan berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang
              transparan.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-
              undangan  dan  selanjutnya  hasil  kesepakatan  dilaporkan  kepada  Dinas  Ketenagakerjaan
              setempat," kata Ida.

              Dia  juga  memastikan  Kemnaker  sudah  membentuk  satuan  tugas  pelayanan  konsultasi  dan
              penegakan  hukum  terkait  pelaksanaan  THR  2021.  Dia  mengingatkan  terdapat  sanksi  bila
              terlambat atau bahkan tidak membayar THR tersebut.

              "Pengusaha  yang  terlambat  membayar  THR  keagamaan  kepada  pekerja  atau  buruh  dikenai
              denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
              kewajiban pengusaha untuk membayar," kata Ida.

              Pengusaha yang tidak membayar THR dalam waktu yang ditentukan juga dapat dikenakan sanksi
              administrasi sesuai ketentuan pemerintah.

              Sanksi  tersebut  dapat  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian
              sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta pembekuan kegiatan usaha.

              Selain itu, pengenaan denda dan sanksi tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
              untuk tetap membayar THR kepada pekerja. (kmb/balipost).





















                                                           577
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583