Page 584 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 584

2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang keluar pada 12 April 2021 dan ditujukan kepada
              para gubernur di seluruh Indonesia.
              Dalam edaran itu, pembayaran THR harus sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan,
              yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker
              Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi  Pekerja/Buruh  di
              Perusahaan.

              Bagi  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  dan  tidak  mampu  memberikan  THR  2021  sesuai
              dengan waktu yang telah ditentukan, dalam edaran tersebut mewajibkan pengusaha melakukan
              dialog dengan pekerja untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan
              dengan itikad baik dan berdasarkan laporan keuangan internal.

              Hasil  dari  dialog  tersebut  harus  dilaporkan  ke  Dinas  Ketenagakerjaan  setempat  dengan
              pemberian THR paling lambat dilakukan sehari sebelum hari raya keagamaan.

              Dia mengingatkan, terdapat sanksi bila terlambat atau bahkan tidak membayar THR tersebut.

              "Pengusaha  yang  terlambat  membayar  THR  keagamaan  kepada  pekerja  atau  buruh  dikenai
              denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
              kewajiban pengusaha untuk membayar," kata Ida.

              Pengusaha yang tidak membayar THR dalam waktu yang ditentukan juga dapat dikenakan sanksi
              administrasi sesuai ketentuan pemerintah.
              Sanksi  tersebut  dapat  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian
              sementara sebagian atau seluruh alat produksi serta pembekuan kegiatan usaha.

              Selain itu, pengenaan denda dan sanksi tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha
              untuk tetap membayar THR kepada pekerja.

              Sumber : Antara.






































                                                           583
   579   580   581   582   583   584   585   586   587   588   589