Page 592 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 592

pers  virtual  di  Kantor  Kemenaker,Jakarta  Pusat,  Senin,  12  April/Repro  Tunjangan  Hari  Raya
              (THR) keagamaan untuk pekerja dan atau buruh yang merayakan Hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah
              tahun ini harus dibayarkan tujuh hari sebelum hari H (H-7) perayaan.

              Berita terkait Boleh Kaget Tapi Jangan Masa Bodoh (1): Cintai Produk Lokal, Kenapa Import
              Presidensial  Sabar,  Pencairan  THR  Jakarta  Masih  Tunggu  Regulasi  Pusat  Pemerintah  Buat  5
              Program  Untuk  Dorong  Konsumsi,  Salah  Satunya  Mewajibkan  Perusahaan  Memberikan  THR
              Lebaran  Aturan  tersebut  diatur  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  nomor:
              M/6/HK.04/IV/2021 yang ditandatangani Menaker Ida Fauziah pada 12 April 2021.

              Dalam  jumpa  pers  siang  ini,  Ida  Fauziah  mengatakan  bahwa  pemerintah  telah  memberikan
              dukungan  kepada  para  pengusaha  untuk  bisa  bertahan  di  masa  pandemi  Covid-19  selama
              setahun belakangan.

              Sehingga dalam momentum lebaran puasa tahun ini, pengusaha yang sudah mendapat efek
              bantuan pemerintah dan sekaligus perkembangan geliat ekonomi masyarakat yang sudah mulai
              perlahan pulih, harus bisa membayarkan THR secara penuh kepada pekerja dan atau buruhnya.

              "Atas dasar itu saya sampaikan, THR Keagamaan merupakan pendanaan non upah yang wajib
              dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum hari raya tiba,"
              ujar Ida Fauziah dalam jumpa pers di Kantor Kemenaker, Jakarta Pusat, Senin (12/4).
              "Untuk itu diperlukan komitmen untuk membayar THR secara penuh dan tepat waktu kepada
              pekerja atau buruh," sambungnya.

              Dalam  hal  ini,  mantan  Anggota  DPR  dari  Fraksi  PKB  tersebut  turut  meminta  dukungan  dari
              seluruh kepala daerah agar bisa mengawasi jalannya realisasi pembayaran THR oeh perusahaan-
              perusahaan di daerah.

              ! Boleh Kaget Tapi Jangan Masa Bodoh (1): Cintai Produk Lokal, Kenapa Import Presidensial
              "Dan (kepala dearah) mewajibkan pengusaha yang tidak mampu membayar THR (tepat waktu)
              melakukan dialog dengan buruh sampai mendapat kesepakatan kekeluargaan dengan itikad baik
              dengan perjanjian tertulis, dan melaporkan laporan keuangan secara transparan kepada dinas
              ketenagakerjaan setempat," paparnya.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha membayarkan THR kepada pekerja
              atau  buruh  sesuai  peraturan  perundang-undangan  yang  ada,"  demikian  Ida  Fauziah
              menambahkan.

              EDITOR: AHMAD SATRYOTag: THR IDUL FITRI KEMENAKER IDA FAUZIAH.
























                                                           591
   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597