Page 692 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 692
SUDAH TAK MUDIK, THR PUN BERPOTENSI DICICIL
BEKASI, Buruh Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta pemerintah daerah mengeluarkan edaran
untuk menjamin hak buruh dalam mendapatkan tunjangan hari raya atau THR secara penuh
pada 2021. Buruh meminta perusahaan untuk tak membayar THR dengan cara dicicil. THR
menjadi satu-satunya harapan mereka sebagai obat penawar di saat mudik Lebaran 2021
ditiadakan pemerintah.
Anggota Dewan Pengupahan Kota Bekasi Unsur Pekerja, M Indrayana, mengatakan, pihaknya
sudah menyampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi agar THR buruh pada 2021
dibayar penuh tanpa dicicil. Situasi Covid-19 bukan jadi alasan pengusaha untuk mencicil THR
buruh.
"Jadi, nanti wali kota akan membuat surat edaran agar perusahaan-perusahaan di Kota Bekasi
membayar THR secara full. Tidak ada alasan Covid-19 atau lainnya," kata Indrayana seusai
bersama sejumlah buruh Bekasi menggelar unjuk rasa di Kantor Pemkot Bekasi, Senin
(12/4/2021).
Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
Pemberian THR Keagamaan 2021 bagi Pekerja/Buruh, pada butir 3, menyebutkan pembayaran
THR buruh paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Namun, dalam edaran itu terdapat
pengecualian bagi perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19.
Bagi perusahaan yang terdampak pandemi, gubernur dan bupati/wali kota diminta mencari solusi
dengan mewajibkan pengusaha berdialog dengan buruh untuk mencapai kesepakatan.
Pemimpin daerah juga perlu meminta perusahaan untuk membuktikan ketidakmampuan
membayar THR kepada buruh tepat waktu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Ika Indah Yarti mengatakan, THR buruh dibayarkan
secara penuh. Namun, ada ruang bagi perusahaan untuk membayar THR buruh secara bertahap.
"Di masa Covid-19 ini perusahaan bisa tidak mampu. Jadi, pembayaran bisa dilakukan secara
bertahap. Yang penting ada kesepakatan," kata Ika.
Pembayaran THR secara bertahap juga dilakukan perusahaan pada 2020. Saat itu, perusahaan
membayar THR buruh secara bertahap dan rata-rata perusahaan di Kota Bekasi sudah
menyelesaikan pembayaran THR buruh pada 2020. "Tahun lalu ada perusahaan yang baru bayar
THR buruh pada Desember 2020. Jadi, semua tergantung kesepakatan," tambah Ika.
Buruh kecewa Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
Kota dan Kabupaten Bekasi Fajar Winarno mengatakan, buruh sama sekali tak berharap THR
2021 dicicil. Ini karena selama masa pandemi Covid-19 banyak buruh Bekasi yang upahnya dicicil
perusahaan. Tunjangan buruh juga selama ini banyak dipotong.
"Cuma pemerintah tetap memberikan keleluasaan kepada perusahaan untuk memberi THR
secara dicicil. Itu yang bikin kami sedikit kecewa karena ini harapan kami untuk menghadapi
Lebaran dan juga sebagai obat penawar saat tidak bisa mudik," kata Fajar. Fajar menambahkan,
pemerintah menganjurkan kepada pihak buruh dan pengusaha agar pembayaran THR pada 2021
dirundingkan. Anjuran itu dinilai memberi keleluasaan bagi perusahaan untuk membayar THR
buruh dengan cara dicicil.
"Kami berharap tidak dimunculkan aturan THR dicicil tersebut. Bagi perusahaan yang tidak
mampu sama sekali, dari dulu kami tidak memaksakan," kata Fajar.
Ia menilai, dengan adanya aturan yang membolehkan agar THR buruh dicicil perusahaan,
pemerintah seakan-akan memberi garansi bahwa THR buruh bisa dicicil. Akibatnya, perusahaan
yang mampu pun diberi ruang untuk membayar THR buruh dengan cara dicicil.
691

