Page 688 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 688

Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Peraturan Menaker Nomor
              6 Tahun 2016.
              "THR  keagamaan  merupakan  pendapatan  non  upah  yang  wajib  dibayarkan  oleh  pengusaha
              kepada pekerja atau buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba," kata
              Ida dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Senin (12/4/2021).

              Ida meminta kepada para kepala daerah untuk turut memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan sesaui dengan ketentuan perundang-undangan.

              Selain itu, kepala daerah juga diminta untuk mewajiban para pengusaha melakukan komunikasi
              bersama pekerja atau buruh kalau merasa tidak mampu membayar THR.

              "Untuk  mencapai  kesepakatan  yang  dilaksanakan  secara  kekeluargaan  disertai  itikad  baik,"
              ujarnya.
              Kesepakatan  itu  harus  dibuat  secara  tertulis  dengan  syarat  yang  sudah  ditentukan.
              Keterlambatan pembayaran THR itu maksimal sebelum hari raya keagamaannya berlangsung.

              Ida menegaskan kalau kesepakatan itu dibuat bukan berarti kewajiban para perusahaan untuk
              membayar THR kepada pekerja atau buruh lantas hilang. Besaran THR yang diberikan juga harus
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

              "Selanjutnya  hasil  dari  kesepakatan  dilaporkan  kepada  dinas  ketenagakerjaan  setempat,"
              katanya. (Suara.com).














































                                                           687
   683   684   685   686   687   688   689   690   691   692   693