Page 684 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 684
Ida mengatakan aturan pembayaran THR tahun ini kembali mengacu pada Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh di
Perusahaan. Dengan kata lain, pengusaha wajib membayar THR maksimal h-7 Hari Raya Idul
Fitri.
"THR merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayar pengusaha kepada pekerja atau
buruh paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tiba," kata Ida.
Namun, pemerintah memberikan kelonggaran kepada perusahaan yang tak mampu membayar
THR h-7 Hari Raya Idul Fitri. Manajemen bisa melakukan dialog dengan pekerja untuk
menentukan jalan keluar yang terbaik dan disepakati bersama.
Dalam dialog itu, perusahaan wajib memberitahu kepada seluruh karyawan terkait laporan
keuangan selama dua tahun terakhir. Setelah ada kesepakatan, nantinya perusahaan harus
melaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan sebelum h-7 Hari Raya Idul Fitri.
"Laporan keuangan yang disertakan dua tahun terakhir. Pengusaha harus laporkan kondisi
keuangan kalau ada tidak punya kemampuan bayar sesuai ketentuan, harus laporkan
pembicaraan bipartit ke Dinas Ketenagakerjaan h-7 karena kelonggaran hanya sampai h-1 Hari
Raya Idul Fitri," papar Ida.
Salah satunya adalah menggratiskan pajak mobil baru lewat penerbitan aturan diskon Pajak
Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak
yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah
Anggaran 2021.
Stimulus lainnya adalah pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk
properti, dukungan bagi hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) dari segi restrukturisasi kredit dan
penjaminan kredit, serta subsidi bunga untuk UKM.
Sebagai informasi, pemerintah mengizinkan perusahaan swasta melakukan tunda atau cicil
pembayaran THR Keagamaan pada 2020. Namun, pembayaran THR yang dicicil atau ditunda ini
tetap harus diselesaikan pada 2020.
(aud/agt).
683

