Page 679 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 679

"Saya  mau  sampaikan,  berdasarkan  data  rekapitulasi  akhir  dari  4  Juni  2020  yang  masuk
              Kemnaker jumlah pengaduannya 683 kasus. Setelah kami memilih ternyata hanya 410 kasus
              yang terkait pengaduan THR ldul Fitri (2020) yang perlu mendapat tindak lanjut," ungkap dia
              dalam  acara  konferensi  pers  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021,  Senin
              (12/4).



              TERNYATA, 103 PERUSAHAAN MASIH TUNGGAK BAYAR THR LEBARAN 2020

              Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerima sebanyak 683 laporan pengaduan
              terkait dengan persoalan ketenagakerjaan. 410 laporan di antaranya terkait dengan pembayaran
              Tunjangan Hari Raya ( THR ) Keagamaan Idul Fitri 2020 lalu.

              "Saya  mau  sampaikan,  berdasarkan  data  rekapitulasi  akhir  dari  4  Juni  2020  yang  masuk
              Kemnaker jumlah pengaduannya 683 kasus. Setelah kami memilih ternyata hanya 410 kasus
              yang terkait pengaduan THR ldul Fitri (2020) yang perlu mendapat tindak lanjut," ungkap dia
              dalam  acara  konferensi  pers  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021,  Senin
              (12/4).

              Menaker  Ida  merinci,  dari  410  laporan  terkait  pembayaran  THR  Keagamaan  tersebut,  307
              perusahaan  telah  membayarkan  kewajibannya  kepada  buruh.  Kepastian  pembayaran  itu
              diperoleh  setelah  rampungnya  proses  pemeriksaan  dan  pembinaan  oleh  Kementerian
              Ketenagakerjaan.

              "Artinya perusahaan sudah melakukan pembayaran THR baik yang terlambat, tertunda, atau
              (nilai) mendekati sesuai atau tidak sesuai THR. Jadi, ada 307 perusahaan," ungkapnya.

              Sedangkan,  103  perusahaan  lainnya  masih  dalam  proses  pemeriksaan,  pengawasan,  dan
              pemanggilan dinas oleh Kementerian Ketenagakerjaan hingga saat ini. Hal ini dilakukan untuk
              pelaksanaan  nota  pemeriksaan  satu  dan  dua  sesuai  dengan  aturan  ketenagakerjaan  yang
              berlaku.

              "Beberapa di antaranya berkaitan dengan persoalan hubungan industrial yang lagi berproses
              sesuai  mekanisme.  Saya  kira  itu  update  pelaksanaan  pembayaran  THR  Keagamaan  sampai
              2021," bebernya.

              Reporter:  Sulaeman  Sumber:  Merdeka.com  Sebelumnya,  Koordinator  Advokasi  BPJS  Watch,
              Timboel Siregar menemukan banyak aduan kecurangan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR)
              tahun 2020 yang belum dituntaskan oleh pemerintah. Padahal pemerintah, asosiasi dan juga
              badan pengawas sudah menyerukan pemberian THR segera dilakukan H-7 sebelum hari raya.

              "Persoalan pembayaran THR yang terjadi tiap tahun tersebut tentunya harus menjadi perhatian
              penuh    Pemerintah    khususnya     Kementerian     Ketenagakerjaan    sebagai    Pengawas
              Ketenagakerjaan," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (5/4).

              Timboel mengatakan, sebenarnya pada saat kondisi tidak ada pandemi Covid-19 pun, seruan
              untuk membayar THR sering disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Ketua Apindo, Ketua Kadin,
              dan sebagainya di media-media.

              "Namun ketika banyak pengusaha yang melanggar pembayaran THR, mereka yang menyerukan
              tersebut  tidak  meminta  pengawas  ketenagakerjaan  untuk  memproses  secara  hukum
              berdasarkan ketentuan yang ada dengan lebih tegas," katanya.

              Menteri  Ketenagakerjaan  dan  para  Gubernur  dinilai  membiarkan  pengawas  ketenagakerjaan
              tidak  memproses  laporan  pelanggaran  THR  yang  dilakukan  pengusaha.  Sehingga  akhirnya

                                                           678
   674   675   676   677   678   679   680   681   682   683   684