Page 675 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 675

Namun, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman
              Simanjorang mengatakan, aturan yang sesuai dengan UU Nomer 13 Tahun 2003 dan Permen
              Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tersebut bisa dilakukan saat kondisi normal.

              "Dalam keadaan normal memang seperti itu, tapi saat ini kondisi abnormal, bagi pengusaha yang
              mampu  dapat  membayarkan  7  hari  sebelum  Lebaran,  tapi  bagi  yang  tidak  mampu  karena
              dampak pandemi Covid-19 tentu harus ada solusi atau opsi lainnya," kata dia ketika dihubungi,
              Senin (12/4).

              Sarman pun menyebut beberapa hal yang bisa menjadi opsi. Pertama mencicil atau menunda.
              Hal ini diharapkan bisa dilakukan karena permintaan pemerintah untuk membayar THR sebelum
              Lebaran  tentu  harus  melihat  kondisi  masing-masing  perusahaan.  Jika  kondisi  keuangan
              perusahaan sudah sekarat, tidak mungkin mampu membayar THR.

              "Dalam hal ini bagi pengusaha yang tidak mampu agar jauh - jauh hari melakukan perundingan
              Bipartit untuk merumuskan dan menyepakati solusi terbaik yang tidak memberatkan pengusaha
              dan pekerja," ucap Sarman.

              Pengusaha pun tidak akan lari dari tanggung jawab pembayaran THR, namun memang tinggal
              waktunya menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang saat ini masih berdarah akibat pandemi
              Covid-19.
              "Indikator  bahwa  sebagian  dunia  usaha  belum mampu  membayar  THR  adalah  pertumbuhan
              ekonomi nasional dan daerah yang masih minus, itu mengisyaratkan bahwa aktivitas pengusaha
              masih belum normal," pungkas dia.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan,  tahun  ini
              pengusaha seharusnya bisa memberikan THR karena pemerintah sudah memberikan dukungan
              kepada untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

              Terlebih THR diberikan agar ekonomi masyarakat bergerak seiring dengan kebijakan pemerintah
              untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

              Apalagi  tahun  lalu  pemerintah  telah  memberikan  kelonggaran  bagi  perusahaan  yang  tidak
              mampu  membayar  THR  keagamaan  pada  waktu  yang  ditentukan  sesuai  ketentuan  UU  agar
              melakukan dialog dengan pekerja untuk menyepakati pembayaran THR yang pada waktu itu
              dilakukan secara bertahap.

              "Untuk  itu  diperlukan  komitmen  pengusaha  untuk  membayar  THR  secara  penuh  dan  tepat
              waktu," ujar Ida.






















                                                           674
   670   671   672   673   674   675   676   677   678   679   680