Page 682 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 682

MENAKER: THR TAHUN INI TAK BOLEH DICICIL

              Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan bahwa pemberian THR
              kepada pekerja atau buruh tidak dicicil. Hal tersebut dipertegas usai Ida mengeluarkan Surat
              Edaran Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
              Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6
              tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, THR harus dibayarkan sebagai kewajiban
              pengusaha kepada pekerja.

              "Pengusaha tidak boleh mencicil pembayaran THR kepada karyawan. THR harus diterima pekerja
              secara  penuh  sesuai  haknya,"  ucap  Ida  dalam  konferensi  pers  virtual  di  Jakarta,  Senin
              (12/4/2021).

              Dia  menyebutkan  bahwa  pemerintah  sudah  memberikan  dukungan  dalam  berbagai  bentuk
              kepada  pengusaha.  Dukungan  itu  untuk  mengatasi  dampak  pandemi  Covid-19  agar
              perekonomian  bergerak.  Oleh  karenanya,  dirinya  meminta  komitmen  pengusaha  untuk
              membayar THR secara penuh kepada karyawan.

              "Seiring  dengan  kebijakan  pemerintah  terkait  dengan  penanganan  pandemi  Covid-19  dan
              pemulihan ekonomi nasional, untuk itu diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar
              THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja atau buruh," tegas Ida.

              Dia mengatakan bahwa sebelumnya di tahun 2020, pemerintah telah mengizinkan pengusaha
              mencicil  dan  menunda  pembayaran  THR  karena  terdampak  pandemi  Covid-19.  Tapi,  kondisi
              tahun ini berbeda karena ekonomi sudah mulai pulih.

              "Alhamdulillah pemerintah melakukan banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai bergerak,
              kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali, meski secara terbatas menuju
              ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi nasional kita,"
              imbuh Ida.

              Meskipun THR tak boleh dicicil, dia mengatakan bahwa perusahaan yang tidak mampu hanya
              diperbolehkan  menunda  pembayaran  THR  sebelum  Hari  Raya  Idul  Fitri  atau  H-1  Lebaran.
              Ketidakmampuan itu harus dibuktikan dengan data yang menyatakan bahwa perusahaan yang
              bersangkutan memang tidak mampu membayar tepat waktu, yaitu H-7 Lebaran.

              Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar agar melakukan dialog dengan pekerja atau buruh
              untuk  mencapai  kesepakatan  yang  dilaksanakan  secara  kekeluargaan  disertai  itikad  baik.
              Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021," jelas Ida.

              Namun,  dia  menegaskan  bahwa  kesepakatan  tersebut  tidak  menghilangkan  ke  kewajiban
              pengusaha untuk membayar THR keagamaan kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan
              peraturan perundang-undangan.

              "Artinya, THR harus dibayar penuh," tukasnya.

              "THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," pungkas
              Ida.







                                                           681
   677   678   679   680   681   682   683   684   685   686   687