Page 686 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 686

NGAKU SULIT BAYAR THR PENUH, PENGUSAHA: TERSERAH MAU DIAPAKAN

              Pemberian  tunjangan  hari  raya  (  THR  )  tidak  boleh  dicicil  dan  wajib  diberikan  selambat-
              lambatnya  H-1  Lebaran  kepada  karyawan.  Jika  melewati  batas  waktu  yang  disepakati,
              pengusaha bakal dikenakan denda dan sanksi administratif sesuai Peraturan Pemerintah Nomor
              36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan
              Industrial,  Anton  J  Supit  mengatakan  pemberian  THR  sudah  pasti  akan  dilakukan  bagi
              perusahaan yang mampu. Bagi yang tidak mampu, dia menyerahkannya kepada pemerintah
              tindak lanjutnya.

              "Buat sebagian pengusaha yang mampu no problem, mereka akan tetap bayar. Bagi yang tidak
              mampu dan kesulitan cashflow kan mereka harus bayar double, gaji dan THR. Penjualannya
              tidak mencukupi, pasar lagi lesu, apakah mereka mau dihukum? Kita terserah pemerintah saja
              mau diapakan," kata Anton, Senin (12/4/2021).
              Anton  menyebut  kondisi  perusahaan  yang  tidak  bisa  membayar  THR  bukan  dibuat-buat,
              meskipun jumlah yang bisa memenuhi kewajibannya dinilai akan bertambah dari tahun lalu.
              Namun belum semua perusahaan bisa memberi THR.

              "Mau pinjam uang juga tidak tahu mau pinjam kemana kan ini masalah cashflow jadi harus
              dalam bentuk komunikasi. Artinya kalau untuk survive saja dia sudah sulit, mau ngambil dari
              mana? Kita jangan berasumsi keadaan sudah normal sehingga mengeluarkan kebijakan yang
              normal," tuturnya.

              Untuk  menambahkan,  Ketua  Komite  Advokasi  Dewan  Pengupahan  Nasional  (DPN)  Asosiasi
              Pengusaha Indonesia (Apindo), Darwoto meminta jadwal pemberian THR bisa dilakukan sesuai
              bipartit (antara pengusaha dan pekerja).

              "Prinsipnya kita menghargai keputusan pemerintah terkait surat edaran dimaksud, namun kita
              jangan menutup mata karena ada perusahaan yang betul-betul tidak mampu secara cashflow,
              sehingga perlu penjadwalan pembayaran THR secara bipartit," tuturnya.

              Menurut Darwoto, jadwal pemberian THR sesuai hasil bipartit sah saja dilakukan bagi perusahaan
              yang memang benar tidak mampu.

              "Kalau disepakati antara pekerja dan pengusaha kan boleh-boleh saja (dicicil), kan yang penting
              dibayar dan tidak dikurangi," imbuhnya.



























                                                           685
   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691