Page 732 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 732

Ia pun mewajibkan pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar melakukan dialog dengan
              pekerja,  atau  buruh  untuk  mencapai  kesepakatan  yang  dilaksanakan  secara  kekeluargaan
              disertai dengan iktikad baik.

              "Kesepatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling  lambat  dibayar  sebelum  hari  raya  keagamaan.  Kesepakatan  ini  tidak  menghilangkan
              kewajiban pengusaha membayar THR tahun 2021 kepada pekerja," ucap Ida Fauziyah, dalam
              konferensi pers virtual, Senin (12/4).

              Menurut dia, untuk memberikan kepastian hukum dan mengantisipasi timbulnya keluhan dan
              pelaksanaan  koordinasi  yang  efektif,  kepala  daerah  untuk  menegakkan  hukum  sesuai
              kewenangan terhadap pelanggaran pemberian THR keagamaan tahun 2021.

              Batas waktu penundaan hanya diperbolehkan maksimal satu hari sebelum hari raya. "Perusahaan
              yang tidak mampu bayar THR 2021 sesuai ketentuan maka dilakukan dialog untuk disepakati
              pembayarannya. Kalau di sini memang ada jeda panjang. Tapi, setelah pelajari masukan dari
              berbagai  pihak,  penundaan  hanya  dibolehkan  (sampai)  sebelum  pelaksanaan  hari  raya,"
              imbuhnya.

              Ida pun mengingatkan, perusahaan yang melakukan kesepakatan penundaan pembayaran THR
              dengan pekerja, atau buruh agar melaporkannya kepada dinas yang menyelenggarakan urusan
              pemerintahan di bidang ketenagakerjaan setempat.

              Besaran THR Sementara itu, pembayaran THR keagamaan diberikan kepada pekerja yang telah
              mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus, atau lebih. THR juga diberikan kepada
              pekerja  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja
              waktu tidak tertentu, atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Terkait jumlah besarannya, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-
              menerus atau lebih, THR yang diterima sebesar satu bulan upah.
              Sementara itu, bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus,
              tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa
              kerja dibagi 12 bulan, kemudian dikali satu bulan upah.

              Selanjutnya,  bagi  pekerja  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan, atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata
              upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Terakhir, bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan
              dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id).



















                                                           731
   727   728   729   730   731   732   733   734   735   736   737