Page 728 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 728

MENAKER: THR WAJIB DIBAYAR PENUH TIDAK BOLEH DICICIL

              Menaker: THR Wajib Dibayar Penuh Tidak Boleh Dicicil Michelle Natalia Senin, 12 April 2021 -
              10:41 WIB loading.

              Menaker Ida Fauziyah. FOTO/IST JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
              hari ini mengeluarkan Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6
              tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, THR harus dibayarkan sebagai kewajiban
              pengusaha  kepada  pekerja.  "Pengusaha  tidak  boleh  mencicil  pembayaran  THR  kepada
              karyawan. THR harus diterima pekerja secara penuh sesuai haknya," ucap Ida dalam konferensi
              pers virtual di Jakarta, Senin (12/4/2021).

              Dia  menyebutkan  bahwa  pemerintah  sudah  memberikan  dukungan  dalam  berbagai  bentuk
              kepada  pengusaha.  Dukungan  itu  untuk  mengatasi  dampak  pandemi  Covid-19  agar
              perekonomian  bergerak.  Oleh  karenanya,  dirinya  meminta  komitmen  pengusaha  untuk
              membayar THR secara penuh kepada karyawan.

              "Seiring  dengan  kebijakan  pemerintah  terkait  dengan  penanganan  pandemi  Covid-19  dan
              pemulihan ekonomi nasional, untuk itu diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar
              THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja atau buruh," tegas Ida.

              Dia mengatakan bahwa sebelumnya di tahun 2020, pemerintah telah mengizinkan pengusaha
              mencicil  dan  menunda  pembayaran  THR  karena  terdampak  pandemi  Covid-19.  Tapi,  kondisi
              tahun ini berbeda karena ekonomi sudah mulai pulih.

              "Alhamdulillah pemerintah melakukan banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai bergerak,
              kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali, meski secara terbatas menuju
              ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi nasional kita,"
              imbuh Ida.

              Meskipun THR tak boleh dicicil, dia mengatakan bahwa perusahaan yang tidak mampu hanya
              diperbolehkan  menunda  pembayaran  THR  sebelum  Hari  Raya  Idul  Fitri  atau  H-1  Lebaran.
              Ketidakmampuan itu harus dibuktikan dengan data yang menyatakan bahwa perusahaan yang
              bersangkutan memang tidak mampu membayar tepat waktu, yaitu H-7 Lebaran.

              "Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar agar melakukan dialog dengan pekerja atau
              buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik.
              Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021," jelas Ida.

              (nng).


















                                                           727
   723   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733