Page 746 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 746

Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  pembayaran  THR  paling  lambat  7  hari
              sebelum hari raya keagamaan.
              "Terkait denda, pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada pekerja atau
              buruh dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas
              waktu kewajiban pengusaha untuk membayar," ujar Ida dalam konferensi pers secara virtual,
              Jakarta, Senin (12/4/2021).

              Terkait dengan sanksi administratif, Ida menjelaskan bagi perusahaan yang tidak membayar
              THR keagamaan kepada pekerja atau buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat 7 hari
              sebelum  hari  keagamaan,  akan  dikenakan  sanksi  administratif  berdasarkan  peraturan
              pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan pasal 9 ayat 1 dan 2.

              "Sanksi administratif tersebut berupa, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian
              sementara sebagaian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha," kata dia.

              Ida  menegaskan,  semua  sanksi  administratif  dan  denda  kepada  pengusaha  yang  tidak
              membayarkan THR, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atau keterlambatan pembayaran
              THR  keagamaann  sebagaimana  diatur  dalam  peraturan  perundang-undangan  Meski  begitu,
              pemerintah tak menutup pintu dialog. Bagi pengusaha yang tidak mampu membayarkan THR
              bagi para pekerjanya sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Ida
              meminta Gubernur dan Bupati/Wali kota agar memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha
              melakukan dialog dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara
              kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Ida dalam virtual konferensi, Senin (12/4/2021).

              Ida mengatakan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut harus
              dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha, untuk membayar THR keagamaan
              tahun 2021 kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat," ucap Menaker.

              Ida juga meminta kepada perusahaan agar dapat membuktikan ketidakmampuan membayar
              THR  Keagamaan  tahun  2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  berdasarkan  laporan  keuangan
              internal perusahaan secara transparan.

              Namun,  bila  perusahaan  tetap  tidak  mampu  membayarkan  THR  sesuai  dengan  aturan  yang
              berlaku, maka perusahaan akan dikenakan denda.

              Sebelumnya,  pemerintah  mewajibkan  perusahaan  atau  pengusaha  membayarkan  Tunjangan
              Hari  Raya  (THR)  keagamaan  tahun  2021  secara  penuh.  Hal  ini sesuai Surat  Edaran Menteri
              Ketenagakerjaan M/6/HK.04/IV/2021.













                                                           745
   741   742   743   744   745   746   747   748   749   750   751