Page 750 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 750
Judul Terbitkan SE THR Kemnaker: THR Wajib Dibayar Penuh
Nama Media mediaindonesia.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://mediaindonesia.com/ekonomi/397323/terbitkan-se-thr-
kemnaker-thr-wajib-dibayar-penuh
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-04-12 11:24:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Pemberian THR Keagamaan merupakan
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Pemberian THR
Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh
dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Secara khusus, dalam masa pemulihan
ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan
ekonomi
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib
dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh
yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan
ketentuan sebesar 1 bulan upah
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah
mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
yang diterima tiap bulan selama masa kerja
Ringkasan
MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor
M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur
di seluruh Indonesia. "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus
dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi
pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya
dalam merayakan hari raya keagamaan. Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini,
THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi,"
kata Ida Fauziyah, dalam konferensi pers virtual, Senin (12/4) Dalam surat edaran tersebut,
Menaker Ida menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor
36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun
749

