Page 753 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 753
THR TAK BOLEH DICICIL, PENGUSAHA: MAU BAYAR PAKAI APA?
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah sudah mengumumkan bahwa tunjangan hari
raya ( THR ) 2021 harus diberikan secara penuh kepada karyawan dan tidak boleh dicicil.
Pemberian paling lambat dikasih kelonggaran hanya sampai H-1 Lebaran.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J
Supit mengatakan kebijakan THR yang tidak boleh dicicil itu sulit direalisasikan semua pengusaha
di lapangan. Pasalnya, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan keuangan yang sama.
"Pasti tidak semulus yang dibayangkan kita sekarang ini. Seakan-akan kalau sudah keluar
instruksi harus bayar lantas semua ikuti, kalau memang tidak punya dana mau bayar pakai apa?
Gaji aja mungkin dicicil. Orang kalau lagi kesulitan keuangan kalau dipaksa bagaimanapun
susah," kata Anton, Senin (12/4/2021).
Anton menilai kebijakan yang memaksa semua perusahaan untuk membayar THR ini dapat
membawa permasalahan dalam jangka panjang. Terlebih kondisi pandemi COVID-19 yang belum
tahu kapan akan berakhir.
"Jadi dengan memaksa begini pasti bakal ada efek bagi perusahaan bisa bermasalah. Peraturan
ini kan berlaku untuk semua termasuk UMKM yang kecil-kecil itu jadi harus dipikirkan bagi yang
tidak mampu ini. Jadi saya tetap menyarankan bagi yang mampu silakan bayar, yang tidak
mampu ya negosiasi," ucapnya.
Anton mengingatkan pemerintah agar jangan mengaitkan THR untuk menggenjot daya beli
masyarakat. Sebab, efek dari itu dinilai hanya bersifat sesaat dan ke depannya disebut bisa
berdampak kepada nasib usaha.
"Apakah pemerintah ingin menjaga ayamnya agar setiap hari bertelur, atau ayamnya mau
dipaksa dikeluarkan sekaligus sekarang dengan konsekuensi sebagian dari itu tidak bisa bertelur
lagi. Kita harus jaga napas, jangan terlalu business as usual," tuturnya.
752

