Page 770 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 770

MENAKER IDA: THR HARUS DIBAYAR PENUH, TIDAK BOLEH DICICIL!

              Pemerintah  meminta  kepada  pengusaha  agar  membayar  penuh  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)
              tahun ini kepada buruh atau pekerjanya dan tepat waktu serta tidak boleh dicicil.

              Hal  itu  ditegaskan  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  dalam  Surat  Edaran
              Menaker  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  Tentang  Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang dikeluarkan hari ini.

              Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6
              tah un 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, THR harus dibayarkan sebagai kewajiban
              pengusaha kepada pekerja.

              "Pengusaha tidak boleh mencicil pembayaran THR kepada karyawan. THR harus diterima pekerja
              secara  penuh  sesuai  haknya,"  ucap  Ida  dalam  konferensi  pers  virtual  di  Jakarta,  Senin
              (12/4/2021).

              Dia  menyebutkan  bahwa  pemerintah  sudah  memberikan  dukungan  dalam  berbagai  bentuk
              kepada  pengusaha.  Dukungan  itu  untuk  mengatasi  dampak  pandemi  Covid-19  agar
              perekonomian  bergerak.  Oleh  karenanya,  dirinya  meminta  komitmen  pengusaha  untuk
              membayar THR secara penuh kepada karyawan.

              "Seiring  dengan  kebijakan  pemerintah  terkait  dengan  penanganan  pandemi  Covid-19  dan
              pemulihan ekonomi nasional, untuk itu diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar
              THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja atau buruh," tegas Ida.

              Dia mengatakan bahwa sebelumnya di tahun 2020, pemerintah telah mengizinkan pengusaha
              mencicil  dan  menunda  pembayaran  THR  karena  terdampak  pandemi  Covid-19.  Tapi,  kondisi
              tahun ini berbeda karena ekonomi sudah mulai pulih.
              "Alhamdulillah pemerintah melakukan banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai bergerak,
              kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali, meski secara terbatas menuju
              ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi nasional kita,"
              imbuh Ida.

              Meskipun THR tak boleh dicicil, dia mengatakan bahwa perusahaan yang tidak mampu hanya
              diperbolehkan  menunda  pembayaran  THR  sebelum  Hari  Raya  Idul  Fitri  atau  H-1  Lebaran.
              Ketidakmampuan itu harus dibuktikan dengan data yang menyatakan bahwa perusahaan yang
              bersangkutan memang tidak mampu membayar tepat waktu, yaitu H-7 Lebaran.

              "Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar agar melakukan dialog dengan pekerja atau
              buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik.
              Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021," jelas Ida.

              Namun,  dia  menegaskan  bahwa  kesepakatan  tersebut  tidak  menghilangkan  ke  kewajiban
              pengusaha untuk membayar THR keagamaan kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan
              peraturan perundang-undangan.

              "Artinya, THR harus dibayar penuh," tukasnya.









                                                           769
   765   766   767   768   769   770   771   772   773   774   775