Page 794 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 794

Hal  tersebut  dikatakan  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  dalam  konfrensi  pers  secara
              virtual, Senin (12/4/2021).
              Kebijakan yang ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) ini berbeda dengan tahun 2020 di mana
              pemerintah sudah memberikan kelonggaran kepada pengusaha.

              "Umat Islam tidak hanya menunggu bulan Ramadan tapi juga THR untuk penuhi kebutuhan
              pekerja dan keluarganya dalam menyambut Idul Fitri," kata Ida.

              Ida pun meminta para pengusaha mengikuti instruksi ini, mengingat pada tahun lalu pemerintah
              sudah memberikan kelonggaran pembayaran THR dikarenakan pandemi Covid-19.

              "Oleh karena itu butuh komitmen pengusaha untuk bayar THR secara penuh dan tepat waktu ke
              pekerja atau buruh," kata Ida.

              Dia  mengatakan,  Kemenaker  sudah  melakukan  diskusi  dengan  tripartit  nasional  dan  Dewan
              Pengupahan Nasional, dan juga melakukan komunikasi intens dengan para. serikat pengusaha
              dan buruh dalam kesepahaman soal THR 2021.

              "2020,  kami  telah  berikan  kelonggaran  ke  perusahaan  yang  tidak  mampu  bayar  THR  dalam
              waktu ditentukan agar melakukan dialog antara pengusaha dan buruh yang menyepakati THR
              secara bertahap waktu itu.

              Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta kepada
              kalangan pengusaha untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) pada tahun ini dibayar penuh
              tidak kembali dicicil seperti tahun lalu karena adanya pandemi Covid-19.

              "Menolak pembayaran THR dengan dicicil walaupun sudah beredar di media sosial kesepakatan
              Tripartit Nasional yang akan direkomendasikan ke Menteri Tenaga Kerja, salah satu isinya yang
              saya baca adalah menyerahkan pada bipartit bila mana perusahaan tidak mampu membayar
              THR," kata Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/4/2021).

              Lebih  lanjut  Said  Iqbal  menambahkan  jika  masih  ada  perusahaan  yang  masih  melakukan
              pembayaran THR dengan cara dicicil atau tidak penuh, dirinya meminta perusahaan tersebut
              juga menyertakan laporan keuangan kerugian mereka 2 tahun terakhir.

              "Bila terpaksa diambil keputusan di tingkat bipartit harus didahului dengan membuka laporan
              keuangan perusahaan yang rugi dua tahun berturut-turut," katanya.

              Hal  tersebut  merujuk  pada  rekomendasi  hasil  pembahasan  tim  kerja  Dewan  Pengupahan
              Nasional dan badan pekerja Tripartit Nasional terkait THR 2021 yang akan diserahkan kepada
              Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ) Ida Fauziyah dalam waktu dekat ini.






















                                                           793
   789   790   791   792   793   794   795   796   797   798   799